Ketika Teknologi Nihilkan Jarak Bandung-Jakarta dalam Bimbingan Penulisan Skripsi

Pertama-tama, saya menghaturkan terima kasih kepada Redaksi VoE karena diberi kesempatan membagikan sebagian pengalaman selama bermahasiswa di FKIP UKI. Sebagai alumni, saya berharap pengalaman saya ini bermanfaat bagi adik-adik saya yang saat ini sudah belajar di FKIP UKI atau adik-adik yang akan mendaftar ke almamater yang saya cintai itu. Sesuai saran atasan di tempat saya bertugas saat ini, karena alasan tertentu, beberapa nama dalam tulisan ini, termasuk nama saya, dibuat anonim.

Saya mendaftar ke Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UKI pada tahun 2004. Pengalaman yang akan saya bagikan berawal ketika saya bertugas jadi pendaftar ulang peserta seminar Action Research in Language Teaching yang diselenggarakan di Ruang Seminar UKI Lt. 3 Kampus UKI Cawang pada akhir Februari 2008. Tak terasa, kenangan ini sudah berusia satu dekade.

Jkt-BdgPagi itu, seorang peserta seminar sudah hadir kira-kira 40 menit sebelum jadual registrasi ulang dimulai. Ternyata beliau tinggal di Bandung. Beliau tiba lebih awal karena jalan tol Bandung-Jakarta sangat lengang.

Karena peserta lain belum berdatangan, saya mempersilahkan si Bapak, yang ternyata seorang kepala sekolah sebuah SMP terkenal di Bandung Utara, menikmati kopi dan kudapan yang tersedia. Kami  ngobrol cukup lama, dan untuk mengisi pembicaraan, saya jelasakan saat itu saya sudah menyelesaikan seluruh mata kuliah dan tinggal meneliti untuk menulis skripsi. Beliau menjelaskan sekolahnya sedang membutuhkan dua guru Bahasa Inggris yang enerjik untuk pengembangan sekolah. Beliau juga menawarkan agar saya mencoba melamar posisi tersebut.

“Jika lolos seleksi penerimaan guru, kamu bisa melakukan penelitian di sekolah saya sambil melaksanakan tugas,” kata beliau ketika saya mengutarakan rencana penulisan skripsi. Karena peserta lain sudah mulai berdatangan dan saya harus melakukan tugas saya, sambil memberikan sebuah kartu nama, beliau berkata, “Kalau berminat, tujukan saja surat lamaranmu ke alamat ini.”

thesis-writing-1Tawaran itu menimbulkan dilema bagi saya. Di satu sisi, saya sangat tertarik pada tawaran tersebut. Di sisi lain, saya sudah bertekad menyelesaikan skripsi semester ini. “Kerja di Bandung, bimbingan skripsi di Jakarta: pilihat yasulit,” saya membathin.

Akhirnya saya memperoleh jalan keluar setelah berdiskusi dengan Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UKI. “Nanti saya minta kesediaan Pak Parlin untuk melakukan pembimbingan online. Kalau beliau OK, saya OK,” ujar beliau.

Yeaeyyyy…! Ternyata Pak Parlin, salah satu dosen kami yang gencar menggunakan TIK dalam pembelajaran, bersedia membimbing saya secara online. Saya pun membuat surat lamaran ke Bandung dan diterima bekerja.

Karena telah mengikuti beberapa mata kuliah yang melibatkan penggunaan TIK, saya tidak menemukan kendala dalam pembimbingan skripsi secara online  tersebut. Malah saya sangat terbantu oleh berbagai fasilitas yang tersedia. Komunikasi dilakukan melalui SMS, e-mail atau Facebook. Jadi, kapan saja saya bisa menghubungi pembimbing untuk memperoleh arahan atau komentar.  Draf skripsi saya tulis dalam bentuk google docs, diupload ke Google Drive, dan di-share kepada pembimbing. Fasilitas ini membuat pembimbing, dengan mudah, dapat memberikan catatan, komentar dan feedbacks secara langsung di draf tersebut.

Finishing thesisSelain itu, saya ingat bagaimana saya diarahkan untuk mengelaborasi bagian tertentu skripsi yang masih “dangkal”. Pembimbing tinggal mencantumkan links artikel jurnal atau sumber-sumbel yang relevan untuk saya pelajari dan gunakan mengembangkan bagian-bagian yang masih “lemah” tersebut. Jadi, saya tidak perlu repot pergi ke took buku atau perpustakaan. Semua sudah tersedia di internet. Efektivitas TIK dalam pembibingan tersebut juga sangat saya rasakan ketika merevisi sistem pengutipan dan penulisan daftar referensi dengan APA Style. Hanya dengan membaca beberapa petunjuk yang tersedia di internet, APA Style dapat saya implementasikan dalam penulisan skripsi.

Hingga sekarang saya masih bekerja di sekolah yang sama di Bandung, dan saya sangat menikmatinya. Bahkan,sejak empat tahun lalu, kepala sekolah yang dulu menyarankan saya mencoba melamar ke sekolah ini telah mengangkat saya sebagai kepala bagian pengembangan pembelajaran online. Walaupun pendidikan saya tidak berlatar belakang komputer, saya belum pernah menemukan kendala dalam menjalankan tugas saya. Ternyata pembelajaran dan pembimbingan skripsi online yang saya jalanii di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UKI telah meletakkan dasar dan membukakan kesempatan luas kepada saya untuk mengembangkan competitive advantage yang tak ternilai harganya.

Berdasarkan pengalaman tersebut, saran saya kepada adik-adik mahasiswa, gunakanlah teknologi dengan bijaksana. Smart phone yang kita miliki jangan digunakan hanya untuk chatting nggak karu-karuan atau nge-game. Saat ini teknologi sudah jauh lebih canggih dibandingkan dengan pada zaman saya kuliah. Manfaatkanlah teknologi itu untuk mengembangkan kompetensi. Untuk tujuan ini, pengalaman saya membuktikan, pilihan belajar di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UKI adalah langkah awal yang tepat.

Bandung, Awal Maret 2018

Sumber gambar

Author: fkipukijakarta

VoE (Voice of Educators) of FKIP UKI merupakan saluran berbagi berita, agenda, agenda dan ide tentang pendidikan dari sivitas akademika serta alumni FKIP UKI Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.