Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UKI Gelar Simposium Internasional

“It is not enough to simply teach children to read; we have to give them something worth reading. Something that will stretch their imaginations—something that will help them make sense of their own lives and encourage them to reach out toward people whose lives are quite different from their own.” (Katherine Patterson)

[Jakarta, VoE FKIP UKI] “Selamat datang di Kampus Kasih UKI. Kami sangat menghargai Bapak / Ibu / Saudara /i yang rela menempuh perjalanan dari daerah masing-masing untuk berbagi pengalaman dan ide dalam simposium ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan fakultas dan program studi atas dukungan yang diberikan. Saya juga mengapresiasi kerja keras adik-adik mahasiswa yang terlibat sebagai panitia. Semoga simposium ini membekali kita dengan pengalaman baru untuk kita terapkan dalam tugas kita sebagai pendidik,” ujar Ibu Asri Purnamasari, M.Ed. in TESOL dalam sambutannya sebagai Ketua Panitia pada pembukaan 2018 Symposium on The Power of Extensive Reading.

ER1Simposium itu diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP-UKI pada hari Jumat, 6 Juni 2018 di Ruang video Conference, Kampus UKI Cawang, Jakarta Timur dengan bekerjasama dengan Extensive Reading Foundation (ERF) dan The Indonesian Extensive Reading Association (IERA). Simposium yang dihadiri oleh lebih dari 90 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan bahasa dari berbagai daerah di Indonesia itu menghadirkan 5 pembicara, yakni Dr. Rob Waring, Dr. Willy A. Renandya, Yusefa Iswandari, Parlindungan Pardede dan Saniago Dakhi.

Dalam paparannya, Willy A. Renandya menjelaskan bahwa ratusan, bahkan ribuan penelitian telah mengungkapkan Extensive Reading sangat efektif untuk meningkatkan penguasaan bahasa kedua atau bahasa asing. “Pakar-pakar ternama dalam pembelajaran Bahasa Inggris sangat menganjurkan implementasi Extensive Reading untuk membantu siswa,” imbuh, guru besar National Institute of Education, Nanyang Technological University Singapore yang juga merupakan salah seorang Direktur Eksekutif ERF ini.

ER4“Extensive Reading perlu diterapkan berdasarkan minat pembelajar sendiri. Itulah sebabnya bahan bacaan yang disediakan dalam program Extensive Reading harus menarik bagi siswa dan sesuai dengan tingkat kemahiran membaca yang mereka miliki. Dengan demikian, aktivitas membaca akan memberikan impak emosional yang pada gilirannya membentuk hasrat membaca dalam diri siswa. Jika dorongan itu sudah terbentuk, siswa akan membaca banyak teks dan secara otomatis  mengembangkan kemampuan berbahasanya,” papar Dr. Rob Waring, guru besar Notre Dame Seishin University Japan yang juga merupakan Direktur Eksekutif ERF.

Yuseva Iswandari, dosen di Universitas Sanata Darma Yogyakarta, yang saat ini dipercaya menjabat Presiden IERA memaparkan berbagai program dan aktivitas yang diselenggarakan oleh asosiasi yang dipimpinnya. Beliau juga menghimbau agar para pendidik yang hadir mulai berupaya melaksanakan program Extensive Reading di institusi masing-masing.

Dalam sesi presentasinya, Parlindungan Pardede, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UKI,  memaparkan beberapa tantangan yang sering timbul dalam implementasi Extensive Reading dan sekaligus menawarkan satu alternatif untuk sebagai jawaban. “Menyediakan buku dalam jenis dan tingkat kesulitan yang bervariasi serta dalam jumlah yang banyak pasti membutuhkan biaya yang besar. Memantau setiap siswa untuk mengetahui bahwa dia benar-benar melakukan kegiatan membaca serta memberi bantuan bagi siswa yang menemukan kesulitan juga tidak mudah dilakukan. Kita beruntung bahwa teknologi informasi dan komunikasi sangat mungkin kita gunakan untuk menjawab tantangan-tantangan itu. Oleh karena itu, kita perlu berkreasi untuk menerapkan Online Extensive Reading.”

Saniago Dakhi, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UKI, yang mengisi sesi terakhir memaparkan hasil analisisnya terhadap konten artikel-artikel dalam jurnal-jurnal ilmiah nasional bidang pengajaran Bahasa Inggris. Dari ratusan artikel yang dipublikasikan dalam enam jurnal terakreditasi yang terbit selama 5 tahun terakhir, terdapat hanya 9 (2,12%) artikel yang membahas “reading”, dan tak satupun dari artikel itu yang menyoroti Extensive Reading. Temuan ini menunjukkan betapa kurangnya perhatian terhadap pengembangan kemahiran membaca, khususnya ‘Extensive Reading’,” tandas Pak Saniago.

Dari berbagai respon peserta, terungkap semangat untuk mengupayakan implementasi ‘Extensive Reading’ di institusi atau kelas masing-masing. Semoga semangat itu terus membara untuk menumbuhkembangkan minat besar generasi muda Indonesia untuk membaca.

ER2

Untuk Tingkatkan Sinergi dan Kualitas, Sivitas Akademika FKIP UKI Gelar Acara Refleksi

“Sometimes, you have to look back in order to understand the things that lie ahead.” (Yvonne Woon)

[VoE FKIP UKI] Sepanjang Kamis, 28 Juni 2018, sekitar 360 mahasiswa, dosen dan staff kependidikan FKIP UKI berkumpul di Ruang Seminar UKI. Walau seluruh mahasiswa mengenakan kemeja putih yang dibalut jaket almamater biru kebanggaan mereka, rentetan acara yang digelar membuat suasana jauh dari terkesan formal.

Reflect1“Hari ini merupakan hari terakhir perkuliahan dan sekaligus hari penutup Tahun Akademik 2017/2018 di FKIP UKI. Agar dapat melangkah lebih pasti di tahun akademik berikut, kami ingin saling memahami antara satu dengan yang lain hingga sinerji yang selama ini sudah tercipta dapat ditingkatkan. Dengan sinerji itu, FKIP akan semakin mampu meningkatkan kinerjanya mendidik mahasiswa menjadi alumni alumni yang hebat,” Henrikus Male, M.Hum., dosen yang dipercaya menjadi Ketua Panitia kegiatan itu menjelaskan.

Acara Refleksi dimulai dengan ibadah bertajuk “Kebersamaan dan Kesatuan dalam Keberagaman” yang dipimpin oleh Pdt. Stephanus Daniel, M.Th., yang juga merupakan Kaprodi Pendidikan Agama Kristen FKIP UKI. Setelah bersama-sama menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

“Sebuah refleksi akan berhasil jika setiap pihak yang terlibat bersikap terbuka. Keterbukaan itu dapat terwujud dalam suasana akrab dan tanpa sekat-sekat antara mahasiswa, dosen dan staff administrasi. Oleh karena itu, acara-acara hari ini dipenuhi dengan penampilan kebersamaan melalui seni tari, musikalisasi puisi dan nyanyian,”Pak Henri melanjutkan penjelasannya ketika memberi sambutan.

Reflect2Dalam sambutannya, Rektor UKI, Bapak Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA, menyatakan bahwa UKI sebenarnya merupakan universitas “Hebat”. Itu sebabnya beliau dan seluruh keluarganya dan kerabatnya kuliah di UKI. “Saya alumni UKI. Istri saya alumni UKI. Anak saya dan beberapa keponakan saya juga alumni UKI,” tandas Pak Rektor yang akrab dipanggil Pak Dhanis ini.

“Pengalaman hidup saya membuktikan, kita akan berhasil dalam hidup kita dan berdampak positif bagi masyarakat jika kita menjadi lulusan yang unggul. Selain menguasai bidang ilmu yang kita geluti, untuk menjadi lulusan yang hebat, kita perlu mengembangkan kompetensi unggulan. Sebagai contoh, sebagai akademisi, saya mungkin tidak begitu jauh berbeda dengan akademisi lainnya. Namun saya sejak dulu mengembangkan entrepreneurship dalam diri saya, dan kompetensi ini menjadi pembeda. Oleh karena itu, tekunilah bidang ilmu yang kalian gumuli dan pada saat yang sama kembangkan juga kompetensi unggulan yang sesuai dengan passion masing-masing dan UKI berkomitmen memfasilitasi hal ini,” tegas Pak Dhanis, yang terpilih menjadi salah satu dari 11 Rektor Inspiratif 2018 versi majalah Men’s Obsession.

Reflect3Ketika memaparkan hasil survei kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik dan non akademik yang dilakukan seminggu sebelumnya, Parlindungan Pardede, M.Hum., Dekan FKIP-UKI saat ini, menyatakan kegiatan refleksi atau bercermin secara berkesinambungan telah dilakukan oleh FKIP UKI melalui kegiatan monitoring and evaluation bulanan di kalangan dosen. Namun, untuk memperoleh perspektif lain, FKIP-UKI merasa perlu berrefleksi dengan menggunakan pandangan mahasiswa sebagai cermin. “Respon Anda melalui survei ini adalah cermin bagi FKIP UKI!”, tegas Pak Dekan yang akrab dipanggil Pak Parlin.

Hasil survei tersebut mengungkapkan bahwa mahasiswa secara umum merasa “puas” dan “sangat puas” terhadap layanan pembelajaran yang diberikan dosen. “Kita sangat bersyukur karena mahasiswa memandang kemampuan dosen memotivasi dan menginspirasi sangat baik”, ujar Pak Parlin. “Sedangkan kinerja Dosen PA dan layanan di bidang sarana dan prasarana yang belum bisa membuat semua mahasiswa merasa “puas” dan “sangat puas” menjadi masukan bagi Fakultas. Semaksimal mungkin, kita akan tindak lanjuti untuk membenahi yang masih kurang dan meningkatkan yang sudah baik,” imbuh Pak Parlin.

Reflect4Dalam acara-acara berikutnya, para mahasiswa diberi kesempatan mengungkapkan pandangan dan usulan kepada para kaprodi dan Dekan serta wakil Dekan. Meski berlangsung hingga sore, kegiatan itu terasa menyenangkan karena diselingi oleh penampilan berbagai tarian dan penampilan seni lainnya.

“Saya sangat mengapresiasi acara ini karena saya sebagai mahasiswa berkesempatan berdialog dengan semua pimpinan fakultas dan program studi. Walau sudah memiliki pengalaman dan keilmuan yang tinggi, mereka ternyata bersedia mendengar suara mahasiswa secara langsung agar mampu membimbing kami menjadi alimni yang hebat,” ungkap Veronika, mahasiswi semester enam.

“Ini yang saya senangi di FKIP UKI. Walaupun Bapak/Ibu Dosen dan staff karyawan sudah berupaya memberikan yang terbaik kepada kami mahasiswa, mereka tetap berupaya meningkatkan yang sudah bagus dan membenahi yang kurang. Mana ada yang sempurna di dunia ini, namun FKIP terus mengarah ke sana, termasuk dengan cara mendengar aspirasi mahasiswa,” cetus Winarto, mahasiswa semester 8 yang baru saja menyelesaikan penulisan skripsi.

Semoga kegiatan refleksi yang berlangsung penuh keakraban dan keterbukaan ini menambah amunisi dan meningkatkan sinergi warga FKIP-UKI untuk mencapai visi, misi dan tujuannya—menghasilkan lulusan yang unggul.

 

Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP-UKI: Calon Pendidik Dengan Kompetensi Ilmuwan

Untuk menjadi pendidik yang unggul, penguasaan bidang ilmu yang akan diajarkan adalah syarat mutlak. Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi FKIP UKI terlihat sangat menyadari hal ini hingga mereka tak kenal lelah melakukan penelitian sebagai salah satu bagian pembelajaran untuk menguasai bidang Biologi secara mumpuni. Kesan ini tertangkap ketika Redaksi VoE FKIP UKI bertandang ke Greenhouse Pendidikan Biologi pada hari Kamis, 7 Juni 2018 yang lalu.

selada.jpg

Sekelompok mahasiswa semester 6 Prodi Pendidikan Biologi terlihat sedang mengamati berbagai tanaman yang ada di fasilitas penelitian itu, seperti sawi, melon, terong, cabe rawit, pakcoy, selada dan kacang panjang. Mereka juga dengan tekun mengukur panjang batang, lebar dan panjang daun, mencatat warna daun, dan menghitung jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah dan sebagainya.

Salah seorang dari sekelompok mahasiswa itu, Rita Maghdalena Situmorang, menjelaskan bahwa mereka sedang melakukan penelitian sebagai bagian dari aktivitas mengikuti mata kuliah “Anatomi, Fisiologi, dan Perkembangan Tumbuhan” yang diampu oleh Dr. Marina Silalahi, M.Si. “Penelitian ini dilakukan agar kami, mahasiswa, memahami proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain itu, kami juga memahami mengapa  pemupukan perlu dilakukan untuk menghasilkan tanaman yang baik dan subur,” terang Rita.

Setiap mahasiswa ditugaskan melakukan penelitian sendiri-sendiri. Sebagai contoh, seorang mahasiswa mengkaji pengaruh pupuk kandang kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan perkembangan cabai rawit (Capsicum Frustescens L.). Seorang mahasiswa lain fokus pada  pengaruh pupuk KCL terhadap pertumbuhan dan perkembangan melon (Cucumis melo L.). Mahasiswa-mahasiswa lainnya meneliti pengaruh pupuk lainnya seperti pupuk NPK, pupuk sintetik (ajinomoto), air beras, dan sebagainya,” imbuh Rita.

greenhouseIbu Marina Silalahi, pengampu mata kuliah “Anatomi, Fisiologi, dan Perkembangan Tumbuhan” yang membimbing para mahasiswa melakukan penelitian tersebut menjelaskan bahwa semua tahapan persiapan, seperti penyemaian benih tanaman yang akan diteliti, pemindahan ke lahan, hingga pelaksanaan penelitian dilakukan para mahasiswa secara mandiri. “Setiap dua hari dalam kurun waktu empat bulan, para mahasiswa datang ke greenhouse untuk meneliti proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman masing-masing. Setelah itu, mereka harus membuat laporan masing-masing secara komprehensif,” tutur Bu Marina.

Muncul rasa bangga dan bahagia menyaksikan para mahasiswa ini melakukan tugas dengan penuh semangat dan sukacita.  Semoga semangat dan sukacita meneliti seperti ini terus berkobar dalam diri mereka. Dengan semangat dan ketekunan seperti itu, mereka dapat diharapkan menjadi pendidik jempolan (pendidik dengan kompetensi ilmuwan). Sungguh, bangsa dan negara tercinta menunggu kontribusi kalian!.

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2018/2019*

PMB

Program Studi yang Dibuka (S-1)

  1. Bimbingan & Konseling
  2. Pendidikan Bahasa Inggris
  3. Pendidikan Matematika
  4. Pendidikan Biologi
  5. Pendidikan Fisika
  6. Pendidikan Kimia
  7. Pendidikan Bahasa Mandarin
  8. Pendidikan Agama Kristen

Beasiswa

  1. Yayasan Pelayanan Kasih A & A Rahmat
  2. Pemeringkatan Prestasi Akademik (PPA) Kopertis
  3. Yayasan Salim
  4. Bidikmisi Kopertis
  5. Beasiswa Olah Raga
  6. Beasiswa Yayasan Kasih Bagi Negeri

Informasi selanjutnya dapat dilihat di sini, atau menghubungi Sdri Rotua Vicky (021-8092425, ext.271)/ (081586700477)

Persyaratan Pendafataran Mahasiswa Baru

(Panduan lebih rinci dapat dilihat/diunduh di sini)

Jalur Reguler

  1. Pendaftaran online dilakukan di sini, atau datang langsung ke Kampus UKI Cawang
  2. Setelah dinyatakan lulus Ujian Saringan Masuk, mohon melengkapi :
    1. Fotocopy SKHUN dan Ijasah SMU/SMK yang telah dilegalisir. Jika SKHUN dan Ijasah belum ada, wajib melampirkan fotocopy raport kelas 2 sampai kelas 3 yang telah dilegalisir serta Surat Keterangan dari Sekolah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah siswa dari sekolah tersebut.
    2. Pasfoto berwarna terbaru (latar belakang merah, menggunakan kemeja putih polos) ukuran 3×4 cm sebanyak 3 lembar.
    3. Fotocopy KTP/Kartu Pelajar/Kartu Identitas Diri.
    4. Fotocopy Akta Kelahiran.
    5. Surat Pernyataan, yang form-nya dapat diunduh disini.

Mahasiswa Pindahan

  1. Surat Keterangan pindah/keluar dari universitas asal yang asli.
  2. Fotocopy transkrip nilai yang dilegalisir universitas asal sebanyak 2 lembar.
  3. Pasfoto berwarna ukuran 3×4 sebanyak 4 lembar.
  4. Fotocopy KTP/Kartu Identitas Diri sebanyak 2 lembar
  5. Fotocopy Ijasah & SKHUN SMA/SMK yang dilegalisir sebanyak 1 lembar.

Mahasiswa Alih Program

  1. Fotocopy Ijasah D3 legalisir sebanyak 2 lembar.
  2. Fotocopy Transkrip nilai D3 legalisir sebanyak 2 lembar.
  3. Fotocopy Ijasah SMA legalisir sebanyak 2 lembar.
  4. Fotocopy SKHUN SMA legalisir sebanyak 2 lembar.
  5. Fotocopy pasfoto ukuran 3×4 berwarna sebanyak 3 lembar.
  6. Fotocopy Kartu Identitas Diri sebanyak 2 lembar.
  7. Fotocopy Akta Kelahiran sebanyak 2 lembar.

Jadual Penfataran

jadual-e1529345882302.png

Biaya Kuliah

Tabel biaya kuliah 1 tahun pertama adalah sebagai berikut:

Biaya.jpg

Tabel biaya ini dapat diunduh di sini

Untuk semester 3 dan selanjut nya, detail total biaya yang harus dibayar adalah akumulasi dari biaya-biaya berikut:

  1. Beban Tetap (BT)
  2. Iuran Kemahasiswaan (IKEMA)
  3. Beban Variabel (BV) X jumlah SKS yang diambil
  4. Her Registrasi (Biaya Daftar Ulang).

Prosedur Pendaftaran Online

  • Membuat account online di website Universitas Kristen Indonesia
  • Mengisi formulir pendafataran elektronik (on-line)
  • Memilih program studi yang akan tempuh
  • Konfirmasi Pendaftaran dan Pilihan Program Studi
  • Membayar uang pendaftaran mahasiswa baru melalui Bank BNI (ATM, Teller, Internet Banking) dengan menggunakan kode uki yaitu 8034 diikuti dengan nomor pendaftaran anda
  • Cek Status pendaftaran anda dengan cara login kembali ke sistem
  • Pendaftaran online dilakukan di sini

Catatan

  • Pastikan pada saat membuat online-account, alamat email yang di gunakan benar. Untuk melihat status pendaftaran atau merubah data pendaftaran, anda harus login ke website UKI dengan menggunakan email tersebut.
  • Petugas kami akan melakukan verifikasi pembayaran dan anda akan menerima notifikasi apabila pembayaran anda sudah di terima.

Apabila anda memiliki pertanyaan atau mengalami gangguan teknis di Academic Information System (AIS); silahkan menghubungi bagian support kami via telepon 021-8092425/8009190, ext 258/285. atau email pmb@uki.ac.id

 

*(Informasi dikutip dari http://pmb.uki.ac.id/)

 

 

Prodi Kimia FKIP UKI Mulai Lahirkan Mahasiswa Berprestasi Nasional

[Jakarta, VoE FKIP UKI]. Selasa sore, 12 Juni 2018, tiga mahasiswi Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia terlihat duduk di ruang tunggu Sekretariat FKIP. Mengenakan jaket almamater berwarna biru mereka terlihat enerjik dan penuh semangat. Pkm1“Kami sudah janjian untuk ngobrol-ngobrol dengan Pak Dekan dan Pak Wadek,” ujar Lusi Nuriati Sitorus yang saat itu didampingi dua temannya, Fenny Maria dan Anggia Murni, dan Ibu Leony Sanga Lamsari Purba, M.Pd.

Begitu Pak Dekan, Parlindungan Pardede, yang baru selesai mengajar, tiba perbincangan langsung di lakukan di ruang kerja Dekan. “Bersama Pak Wadek, saya ingin memastikan Tim PKM adik-adik bertiga dapat menyelesaikan penelitian yang didanai oleh Kemenristekdikti itu dengan baik,” ujar Pak Dekan mengawali perbincangan.

Ketiga mahasiswi yang ramah dan murah senyum itu ternyata baru beberapa waktu sebelumnya diumumkan oleh Dirjen Belmawa Kemenristekdikti sebagai salah satu tim pemenang hibah untuk kelompok Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta (PKM PE) 2018.

PKM2Proposal kami berjudul “Analisis Laju Perubahan Oksigen Terlarut (DO) dan Tingkat Keasaman (pH) Air Sekitar Muara Angke”. Penelitian ini berawal dari kuliah lapangan yang kami lakukan di Pelabuhan Muara Angke tahun lalu. Tiba di lokasi, tercium aroma yang kurang sedap. Penasaran dengan sumber bau tersebut, kami mencoba menelusuri. Ternyata aroma itu berasal dari air muara angke. Kesimpulan sementara kami, air dengan bau yang menyengat itu tentu berdampak pada air tanah. Akibatnya, masyarakat sekitar tidak mungkin menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari,” Lusi Nuriati Sitorus, Ketua Tim PKM tersebut menjelaskan latar belakang penelitian mereka.

Pengalaman itu menginspirasi mereka untuk mengikuti kompetisi hibah PKM Kemenristekdikti yang diumumkan Biro Kemahasiswaan UKI beberapa waktu kemudian. Sebagai Dosen Pembina HMPS Prodi Pendidikan Kimia dan sekaligus pengampu Mata Kuliah “Kimia Fisika I-Kinetika Reaksi (Laju Reaksi)”, Ibu Leony, secara proaktif memberikan masukan. Setelah melalui beberapa kali diskusi, diputuskan untuk meneliti sifat atau kandungan air yang ada di Muara Angke, khususnya tentang pH (Tingkat Keasaman) dan DO (Oksigen Terlarut).

PKM-2aUntuk menjaring data awal yang komprehensif, Lusi dan kedua temannya menyambangi warga masyarakat sekitar Muara Angke. Ditemukan bahwa sebagian masyarakat disana menggunakan air yang dipasok PT. PDAM dan sebagian lagi membeli air seharga Rp. 5.000/jerigen. Dengan bimbingan dan dorongan Bu Leony, ke tiga mahasiswi ayu namun lincah dan enerjik itu berhasil menyelesaikan pembuatan proposal dan persyaratan lainnya.

“Hasil penelitian ini nantinya bisa menjadi landasan penelitian lanjutan untuk membuat alat pemurnian air seperti yang ada di sekitar Muara Angke agar dapat digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari,” Ibu Leony, dosen berpembawaan tenang dan murah senyum ini, menambahkan.

PKM 3aSebelum mengakhiri perbincangan, Pak Dekan menandaskan, “FKIP UKI sangat senang dengan capaian kalian. Tahun lalu, Tim PKM Prodi Fisika kita melakukan hal yang sama. Capaian di bidang PKM ini adalah salah satu bukti pendekatan perkuliahan yang berpusat pada mahasiswa (students-centered), filosofi konstruktivisme dan pandangan “Students are producers, not consumers, of knowledge” mulai membuahkan hasil. Terus kembangkan pemikiran kritis kreatif kalian. Bina terus semangat kerjasama tim. Asah kepedulian pada kebutuhan masyarakat. Kalian akan menjadi bagian anak bangsa yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan dan pembangunan bangsa.’

“Kami selalu siap mendukung keberhasilan kalian. Setiap saat, silahkan berkonsultasi kepada Bu Leony, Kaprodi, ataupun kepada saya dan Pak Dekan. Tim kalian ini harus berhasil menyelesaikan misinya dengan baik, supaya calon tim-tim PKM dari semua program studi kita, yang saya yakin siap berkarya di tahun-tahun berikut, bisa terinspirasi bercermin pada pengalaman kalian,” imbuh Wakil Dekan, Bapak Kerdit Simbolon, M.Pd.

Selamat berkarya dan mengukir prestasi buat Lusi Nuriati Sitorus, Fenny Maria dan Anggia Murni. Selamat dan sukses juga buat Ibu Leony Sanga Lamsari Purba, M.Pd.

Pkm4

Prodi PAK FKIP UKI Membentukku Jadi Agen Perubahan

“Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.” (Nelson Mandela)

Saya bersyukur kepada Tuhan dan tak lupa berterima kasih kepada redaksi VoE untuk kesempatan berbagi pengalaman sewaktu kuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia (FKIP UKI) dan setelah lulus.

PAk1Saya, Yunita Rosdiana Manakutty, S.Pd.K, alumni FKIP, Prodi Pendidikan Agama Kristen, angkatan 2013. Terus terang, pada awalnya saya masuk di Prodi PAK karena dipaksa orang tua. Ketika itu, bagi saya, yang dipelajari di prodi ini sama sekali nggak keren. “Bagaimana cara mendidik dan berkhotbah, paling itu doang yang digumuli,” pikir saya.

Tapi, demi nyenengin orang tua, dan daripada nganggur, saya jalani saja kuliah di Prodi PAK FKIP UKI. Seiring waktu pandangan saya berubah. Yang saya pelajari ternyata sangat meluaskan wawasan, mengembangkan keterampilan, dan mengubah cara berpikir. Cara mendidik dan berkhotbah sudah pasti ada. Tapi itu hanya bagian dari pembelajaran. Berbagai pelatihan dan aktivitas yang saya ikuti membekali saya dengan banyak hal penting lainnya. Keterampilan bermusik, yang membuat saya “peka” terhadap dunia sekitar; berpikir kritis yang saya butuhkan untuk menimbang mana yang akurat dan valid, mana yang tidak; berpikir kreatif, yang menolong saya dalam berkarya; kajian lintas budaya dan lintas agama yang membantu dalam menjawab tantangan, hambatan dan persoalan lintas agama, sosial dan negara; dan pembentukan nilai-nilai yang selalu menuntun saya untuk beretika, disiplin, bertanggung jawab, peduli, dan profesional.

Yang tak kalah penting adalah pembelajaran di Prodi PAK FKIP UKI tidak hanya sebatas teori. Aktivitas pembelajaran bukan hanya menggeluti buku-buku teks. Saya juga difasilitasi dengan berbagai macam praktik di kehidupan nyata. Semua pengalaman itu memampukan saya mengaplikasikan konsep-konsep yang saya pelajari. Bahkan saya jadi tahu aspek-aspek yang perlu saya kembangkan untuk memberikan pelayanan secara professional.

Dengan segala pembelajaran dan aktivitas yang begitu menarik, meskipun jarak antara rumah saya dan kampus cukup jauh, saya tidak pernah lelah, apalagi bosan. Dosen-dosen yang ramah dan inspiratif serta teman-teman yang siap berbagi selalu ngangenin hingga saya senantiasa bersemangat berangkat ke kampus. Bolos kuliah tidak ada dalam kamus saya. Jika saya tidak ikut pembelajaran, pasti saya akan tertinggal ilmu dan pengalaman berharga.

Pembelajaran di Prodi PAK UKI ternyata menempa saya menjadi “berbeda” dengan teman-teman yang kuliah di tempat lain dalam hal menatap masa depan. Begitu lulus, sedikitpun saya tidak khawatir akan hari esok. Tidak sedikit teman-teman alumni di universitas lain yang stress setelah lulus karena tak kunjung mendapat pekerjaan.

Tempaan Prodi PAK UKI membuat saya berpandangan bahwa latar belakang keilmuan tidak boleh membatasi ruang gerak seseorang untuk berkarya. Oleh karena itu, bermodalkan ilmu, keterampilan dan nilai-nilai yang saya miliki, saya bereksperimen. Alih-alih mencari pekerjaan di bidang pendidikan, saya membidik dunia Industri International di Cikarang-Bekasi. Posisi yang saya sasar adalah Assisten Direksi di perusahaan pembuat French Pastry. Kompetensi yang saya miliki ternyata membuat saya lulus dari tes seleksi dan diikutkan dalam uji coba kerja selama 3 bulan.

Dengan niat ingin membuat perubahan di mana saya ditempatkan, tempaan selama belajar di Prodi PAK UKI membuat saya tidak pernah ragu berinisiatif dan melakukan yang terbaik. Puji Tuhan, hasil penilaian selama uji coba kerja 3 bulan itu menghasilkan penilaian baik. Di kolom komentar pada lembaran evaluasi saya tertulis “Meskipun tidak ada pengalaman di dunia industri, semangat, etika, kejujuran dan tanggungjawab dalam bekerja memberikan pengaruh positif terhadap karyawan lainnya”.

Sampai saat ini saya masih bekerja diperusahaan tersebut. Dan yang sangat membahagiakan saya adalah kesempatan yang saya peroleh melayani (menjadi pemain musik, pembawa khotbah, berbagi pengalaman,dll) dalam ibadah mingguan yang dilakukan setiap hari Jumat di kantor saya.

PAK2Berdasarkan pengalaman itu, izinkanlah saya berpesan kepada para junior saya di Prodi PAK UKI dan juga adik-adik yang sedang mencari tempat kuliah. Jangan pernah takut dan khawatir akan masa depan. Jangan risau dan bertanya, “Setelah lulus dari prodi PAK, akan kemana?” Jika kamu benar-benar mengembangkan ilmu, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang disediakan di Prodi PAK FKIP UKI, yakinlah semua yang terbaik yang sudah dirancangkan oleh-Nya bagimu akan indah pada waktunya.

Kembangkan dirimu menjadi insan yang berilmu, terampil, bersikap dan memiliki nilai-nilai luhur. Lalu, tanamkan tekad untuk mengaplikasikan semua itu untuk membuat perubahan kapanpun dan di manapun kamu berada. Organisasi, lembaga atau perusahaan apapun akan tertarik merekrutmu.

Bekasi, medio Juni 2018

Yunita Rosdiana Manakutty (Prodi PAK FKIP UKI, Angkatan 2013)