Kuliah di Pendidikan Biologi FKIP UKI: Semakin Dijalani Semakin Kena di Hati

Sulastri

Bagi banyak orang, Biologi itu pelajaran yang sangat membosankan. Mengapa? Karena pembelajaran Biologi dianggap hanya berkutat denga istilah-istilah Latin yang sangat susah dihafal. Dulu saya juga beranggapan seperti itu. Makanya saya tidak pernah tertarik, apalagi serius mempelajarinya.

Pandangan saya mulai berubah ketika guru Biologi saya di SMA menunjukkan tidak selamanya Biologi itu membosankan. Karena mulai tertarik mempelajari Biologi, begitu lulus SMA tahun 2015, saya mendaftarkan diri di Universitas Kristen Indonesia untuk kuliah Prodi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Sambil terus berupaya menyesuaikan diri dengan cara belajar di perguruan tinggi yang beda banget dengan di SMA, minat saya mempelajari Biologi semakin tumbuh. Pembelajaran yang  memadukan teori dan praktik, belajar di kelas dan di laboratorium dan lapangan, serta aktivitas-aktivitas yang mengembangkan tidak hanya aspek kognisi tetapi juga afeksi dan motoric membuat Biologi begitu menarik dan menantang. Rasa ingin tahu yang terus bertambah membuat saya tidak pernah bosan sedikitpun dalam pembelajaran.

Dalam 6 semester yang sudah saya tempuh di Prodi Pendidikan Biologi hingga saat ini, banyak pengalaman menarik dan bermanfaat yang saya dapatkan. Untuk mengkonfirmasi teori dan konsep yang dipelajari di kelas, di prodi ini mahasiswa diminta melakukan berbagai aktivitas, seperti studi lapangan,  praktikum di laboratorium, dan pengabdian kepada masyarakat, Salah satu studi lapangan yang saya ikuti dilaksanakan di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. Di tempat itu kami mengobservasi penangkaran penyu, pertumbuhan berbagai jenis mangrove dan biota laut lainnya. Selain mengkonfirmasi teori yang sudah saya pelajarai, kuliah lapangan ini secara tidak langsung mengajarkan saya untuk mencintai alam sekitar.

Sulastri 2Laboratorium yang digunakan mahasiswa di Prodi Pendidikan Biologi FKIP UKI terbagi dua, yaitu Lab. Basah dan Lab. Kering. Lab Basah digunakan untuk praktikum yang menggunakan bahan bahan basah, seperti alkohol, metanol, methylen blue, aquades, dan sebagainya. Sedangkan Lab Kering digunakan hanya untuk mempelajari mikroorganisme atau sel tumbuhan dan hewan dengan menggunakan mikroskop. Di Lab Kering terdapat sebuah TV yang digunakan untuk presentasi dan dapat disambungkan ke mikroskop guna melihat objek yang ada di mikroskop sehingga mudah dilihat dan diamati.

Selain itu, Prodi Pendidikan Biologi FKIP UKI juga memiliki greenhouse, fasilitas untuk meneliti pertumbuhan tanaman dengan kondisi lingkungan yang direkayasa.  Sebagai contoh, saat ini saya sedang meneliti pertumbuhan melon (Cucumis melo L.) terhadap konsentrasi pupuk KCl yang berbeda di fasilitas itu. Di sekitar greenhouse terdapat lahan yang cukup luas untuk mengembangbiakkan tanaman. Di lahan itu kami menanam sayuran, tumbuhan obat, bunga, dan lain-lain. Pada hari Jumat, 13 Juli 2018 yang lalu kami melakukan panen sayur Pokchoy bersama dengan Dekan, Wakil Dekan, Kaprodi, Dosen-dosen FKIP dan juga mahasiswa Biologi di greenhouse. Selain itu, di belakang greenhouse juga terdapat tempat menernakkan lele.

Yang tak kalah pentingnya adalah kesempatan mengikuti berbagai lomba yang relevan dengan bidang ilmu yang kami pelajari. Di tahun 2017, saya mengikuti Olimpiade MIPA di Yogyakarta. Kegiatan tersebut berlangsung selama 4 hari, selain mengikuti olimpiade saya dan peserta lainnya diajak keliling kota Yogyakarta.  Saya sangat bersyukur karena kegiatan ini menambah wawasan keilmuan maupun wawasan geografis saya. Keikutsertaan dalam even ini membuat saya dapat menginjakkan kaki di Candi Borobudur dan Candi Prambanan, yang merupakan tempat wisata yang bersejarah di Indonesia.

Jadi, selama kuliah di Prodi Pendidikan Biologi FKIP UKI saya sangat menikmati berbagai kegiatan yang dilakukan. Tidak ada rasa bosan selama saya mengikuti berbagai kegiatan kuliah, praktikum, kuliah lapangan, lomba, dan sebagainya. Untuk berinteraksi di lingkungan UKI pun sangat mudah, karena sivitass akademika UKI, khususnya warga Prodi Pendidikan Biologi tidak memandang asal-usul, miskin dan kaya, cantik dan jelek, semua orang sama dan saya tidak pernah merasa terkucilkan karena berasal dari desa. Dosen-dosennya pun sangat ramah dan selalu siap memberikan bimbingan. Kapanpun saya ingin bertanya, mereka selalu siap memberikan waktu, dimbingan dan arahan. Inilah yang membuat saya semakin lama semakin menikmati kuliah di Prodi Pendidikan Biologi FKIP UKI sampai saat ini dan hingga saya lulus nanti.

Pakcoy

Tulisan ini disertakan dalam  Lomba Menulis Konten VoE FKIP UKI 2018.


Identitas Penulis:

Sulastri Rina Br Munthe (1515150008)

Program Studi Pendidikan Biologi

Angkatan 2015

 

Panen Pakcoy di “Greenhouse” Pendidikan Biologi FKIP UKI

[VoE FKIP UKI] Jumat, 13 Juli 2017 terlihat suasana ramai di lokasi greenhouse Pendidikan Biologi FKIP UKI. Sore itu dilaksanakan acara panen sayur pakcoy di kebun laboratorium Botani yang terletak bersebelahan dengan lapangan basket UKI, Kampus UKI Cawang, Jakarta Timur itu.

Pakcoy 1“Sayur pakcoy yang akan kita panen ini dikembangkan dari bibit yang dihasilkan dari penelitian sekelompok mahasiswa di semester ini. Penelitian itu fokus pada pembibitan. Namun bibit yang dihasilkan kemudian ditanam di lahan yang tersedia di luar greenhouse ini,” ujar Dr. Sunarto, M.Hum., Kaprodi Pendidikan Biologi FKIP UKI.

“Selain untuk kegiatan penelitian di bidang Botani, ke depan kita juga akan memanfaatkan lahan di sekitar greenhouse ini untuk praktik entrepreneurship. Jadi, selain meneliti, mahasiswa juga kita dorong mengembangkan kewirausahaan di bidang agrobisnis,” Pak Sunarto menambahkan.

Bapak Laurensius, M.Pd., Kepala Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP UKI menjelaskan, “Lahan yang kita miliki ini sekitar 200 meter persegi. Yang terpakai untuk green house hanya 50 meter persegi. Jadi masih cukup luas lahan yang dapat dimanfaatkan. Di belakang greenhouse kami tempatkan kolam pemeliharaan lele yang bulan depan akan kita panen. Lahan di bagian kiri, kanan dan depan green house ini kita manfaatkan untuk membudidayakan berbagai tanaman. Saat ini yang cukup banyak kita tanam adalah sayur pakcoy yang kita panen sekarang ini”.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP UKI, Parlindungan Pardede, M.Hum. menyambut baik rencana pengembangan greenhouse tersebut dan lahan sekitarnya secara kreatif.

Pakcoy2“Perlu dipikirkan bagaimana membuat fasilitas ini memiliki multi fungsi. Selain sebagai laboratorium penelitian dan pembudidayaan tanaman untuk praktik kewirausahaan, fasilitas ini dapat kita buat menjadi sebuah taman yang indah. Tembok-tembok pembatas yang mengelilingi fasilitas ini saya usulkan dibuat menjadi tempat menggantungkan tanaman-tanaman yang dapat dibudidayakan di pot pot gantung. Saya yakin para alumni yang turut hadir saat ini bersedia membantu,” papar Pak Dekan.

Acara panen dimulai dengan mendaulat Pak Dekan mencabut sebatang sayur pakcoy. Pada kesempatan berikut, Wakil dekan FKIP, Kerdid Simbolon, M.Pd. diminta melakukan hal yang sama. Setelah itu beberapa dosen dan alumni yang hadir memperoleh giliran mencabut pakcoy. Para mahasiswa kemudian turut serta menyelesaikan acara panen tersebut. Hasil panen kemudian dibagi-bagi kepada dosen, alumni dan mahasiswa yang turut serta dalam acara panen itu.

pakcoy3.jpg

Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP-UKI: Calon Pendidik Dengan Kompetensi Ilmuwan

Untuk menjadi pendidik yang unggul, penguasaan bidang ilmu yang akan diajarkan adalah syarat mutlak. Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi FKIP UKI terlihat sangat menyadari hal ini hingga mereka tak kenal lelah melakukan penelitian sebagai salah satu bagian pembelajaran untuk menguasai bidang Biologi secara mumpuni. Kesan ini tertangkap ketika Redaksi VoE FKIP UKI bertandang ke Greenhouse Pendidikan Biologi pada hari Kamis, 7 Juni 2018 yang lalu.

selada.jpg

Sekelompok mahasiswa semester 6 Prodi Pendidikan Biologi terlihat sedang mengamati berbagai tanaman yang ada di fasilitas penelitian itu, seperti sawi, melon, terong, cabe rawit, pakcoy, selada dan kacang panjang. Mereka juga dengan tekun mengukur panjang batang, lebar dan panjang daun, mencatat warna daun, dan menghitung jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah dan sebagainya.

Salah seorang dari sekelompok mahasiswa itu, Rita Maghdalena Situmorang, menjelaskan bahwa mereka sedang melakukan penelitian sebagai bagian dari aktivitas mengikuti mata kuliah “Anatomi, Fisiologi, dan Perkembangan Tumbuhan” yang diampu oleh Dr. Marina Silalahi, M.Si. “Penelitian ini dilakukan agar kami, mahasiswa, memahami proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain itu, kami juga memahami mengapa  pemupukan perlu dilakukan untuk menghasilkan tanaman yang baik dan subur,” terang Rita.

Setiap mahasiswa ditugaskan melakukan penelitian sendiri-sendiri. Sebagai contoh, seorang mahasiswa mengkaji pengaruh pupuk kandang kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan perkembangan cabai rawit (Capsicum Frustescens L.). Seorang mahasiswa lain fokus pada  pengaruh pupuk KCL terhadap pertumbuhan dan perkembangan melon (Cucumis melo L.). Mahasiswa-mahasiswa lainnya meneliti pengaruh pupuk lainnya seperti pupuk NPK, pupuk sintetik (ajinomoto), air beras, dan sebagainya,” imbuh Rita.

greenhouseIbu Marina Silalahi, pengampu mata kuliah “Anatomi, Fisiologi, dan Perkembangan Tumbuhan” yang membimbing para mahasiswa melakukan penelitian tersebut menjelaskan bahwa semua tahapan persiapan, seperti penyemaian benih tanaman yang akan diteliti, pemindahan ke lahan, hingga pelaksanaan penelitian dilakukan para mahasiswa secara mandiri. “Setiap dua hari dalam kurun waktu empat bulan, para mahasiswa datang ke greenhouse untuk meneliti proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman masing-masing. Setelah itu, mereka harus membuat laporan masing-masing secara komprehensif,” tutur Bu Marina.

Muncul rasa bangga dan bahagia menyaksikan para mahasiswa ini melakukan tugas dengan penuh semangat dan sukacita.  Semoga semangat dan sukacita meneliti seperti ini terus berkobar dalam diri mereka. Dengan semangat dan ketekunan seperti itu, mereka dapat diharapkan menjadi pendidik jempolan (pendidik dengan kompetensi ilmuwan). Sungguh, bangsa dan negara tercinta menunggu kontribusi kalian!.