Bermetamorfosa Melalui Prodi Pendidikan Kimia UKI

Vironi1

Sejak SMA kelas 12 saya senang memperhatikan seseorang yang sedang bekerja di laboratorium. Bayangan seseorang dengan Jubah putih panjang dengan masker dan sarung tangan yang sedang memegang beaker glass dan pipet tetes selalu terngiang di khayalanku. Demi mewujudkan impian itu saya mengikuti seleksi penerimaan calon mahasiswa baru di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Mulai dari SNMPTN sampai UM semua telah di lalui. Namun, Tuhan berkehendak lain, mulai dari SNMPTN hingga UM saya tidak bisa lulus seleksi. Sedih?? … ya … marah?? … pasti … kecewa?? … sangat. Itulah yang saya rasakan pada saat itu.

Terus terang, awalnya saya tidak tahu kalau di Universitas Kristen Indonesia ada Prodi Pendidikan Kimia. Saya tahu jurusan ini dari informasi yang di berikan oleh saudara saya. Singkat cerita saya resmi menjadi mahasiswa baru prodi pendidikan kimia. Walau masih terbilang prodi baru, semangat kami sebagai mahasiswa/i prodi pendidikan kimia untuk berkarya dan berinovasi masih membara. Selain proses pembelajaran di dalam ruangan (lab. Kimia dasar, lab. Biokimia dan ruang kelas) kami juga banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menambah kemampuan softskill seperti studi lapangan ke LIPI , kuliah umum, kunjungan ilmiah ke IPB Bogor, roadshow ke beberapa SMA, mengikuti event pendidikan kimia di universitas lainnya dan yang lebih kerennya lagi prodi kami juga berhasil lolos PKM-Penelitian.

Pada suatu hari salah satu dosen kami memberi pengumuman akan dilaksanakannya ONMIPA di Yogyakarta dan akan di seleksi siapa yang akan menjadi perwakilan UKI ke Yogya. Hari pengumuman seleksi pun tiba. Tak disangka, saya terpilih sebagai perwakilan UKI untuk mengikuti ONMIPA bidang kimia bersama teman dan senior lainnya. Walaupun belum berhasil, kami tidak patah semangat. Bu Elferida selaku dosen pembimbing tetap memotivasi kami. Ditambah lagi dengan dukungan dari bu Familia yang mengatakan “…. kalian itu sudah hebat loh…. “. Ini kan yang pertama kita ikut dalam lomba ini. Kalau sudah berpengalaman, pasti hasilnya berbeda…”

Walaupun saya dan teman-teman belum berhasil jadi juara ketika itu, saya tetap percaya kalau pengalaman adalah guru terbaik sepanjang masa dan tanpa kegagalan kita tidak akan pernah bisa berproses. Mulai dari situlah saya mulai mengikuti berbagai macam perlombaan yang ada. Menang atau kalah urusan belakangan yang penting saya sudah berusaha maksimal. Beberapa lomba mulai saya ikuti dengan bantuan bimbingan dan motivasi dari dosen prodi kimia. Mulai dari lomba di tingkat universitas hingga tingkat nasional saya ikuti.

Vironi3Lomba tingkat universitas yang pernah saya ikuti seperti olimpiade mini bidang Kimia sebagai juara 1 dan lomba debat antar fakultas UKI. Sedangkan, pada lomba tingkat nasional yang saya ikuti berupa lomba essay dan ONMIPA bidang kimia di Yogyakarta. Bukan itu saja, saya juga berhasil mendapatkan piagam penghargaan dari PPSSHB (Punguan Pomparan Situmorang Suhut nihuta dohot Boruna) sebagai mahasiswa berprestasi.

Hal yang membuat saya bangga adalah ketika pembacaan mahasiswa berprestasi dari PPSSHB. Saya bisa berdiri tegak dengan almamater biru dan sejajar dengan mahasiswa berprestasi lain, termasuk dari PTN (UNJ, UI, dll) . Dengan cara ini minimal saya dapat mengenalkan Prodi Kendidikan Kimia FKIP UKI.

Semua ini tidak bisa kami capai tanpa bantuan dosen dosen kami yang luar biasa. Waktu, motivasi, dan dukungan diberikan secara cuma-cuma demi keberhasilan setiap mahasiswa/i nya. Saya tidak akan lupa setiap ciri khas “cara mendidik” dosen prodi pendidikan kimia yang mampu membuat saya bermetamorfosa (metamorfosa = perubahan/pembaharuan). Ibu Sumi yang selalu mendukung, Ibu Elferida yang sangat menjunjung tinggi attitude, Ibu Nova dengan nasihatnya “kalau kamu memperlakukan seseorang dengan seperti itu, coba balikkan ke diri sendiri apakah mau diperlakukan seperti itu?? Ibu Familia sebagai teman curhat tugas dan permasalahan, Ibu Siti dengan kedisiplinan terhadap waktu, Ibu Leony dengan cara mengajarnya yang unik, hingga Pak Nelius dengan cerita inspiratifnya di masa kuliah beliau. Berkat jasa merekalah saya bisa sampai seperti ini. Saya akan berusaha bermetamorfosa dengan sempurna karena kesuksesan tidak dilihat dari hasil akhirnya tetapi melalui prosesnya.

Vironi2

Tulisan ini disertakan dalam  Lomba Menulis Konten VoE FKIP UKI 2018.


Identitas Penulis:

Vironi Tio Lasminar

Pendidikan Kimia

Angkatan 2016


 

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2018/2019*

PMB

Program Studi yang Dibuka (S-1)

  1. Bimbingan & Konseling
  2. Pendidikan Bahasa Inggris
  3. Pendidikan Matematika
  4. Pendidikan Biologi
  5. Pendidikan Fisika
  6. Pendidikan Kimia
  7. Pendidikan Bahasa Mandarin
  8. Pendidikan Agama Kristen

Beasiswa

  1. Yayasan Pelayanan Kasih A & A Rahmat
  2. Pemeringkatan Prestasi Akademik (PPA) Kopertis
  3. Yayasan Salim
  4. Bidikmisi Kopertis
  5. Beasiswa Olah Raga
  6. Beasiswa Yayasan Kasih Bagi Negeri

Informasi selanjutnya dapat dilihat di sini, atau menghubungi Sdri Rotua Vicky (021-8092425, ext.271)/ (081586700477)

Persyaratan Pendafataran Mahasiswa Baru

(Panduan lebih rinci dapat dilihat/diunduh di sini)

Jalur Reguler

  1. Pendaftaran online dilakukan di sini, atau datang langsung ke Kampus UKI Cawang
  2. Setelah dinyatakan lulus Ujian Saringan Masuk, mohon melengkapi :
    1. Fotocopy SKHUN dan Ijasah SMU/SMK yang telah dilegalisir. Jika SKHUN dan Ijasah belum ada, wajib melampirkan fotocopy raport kelas 2 sampai kelas 3 yang telah dilegalisir serta Surat Keterangan dari Sekolah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah siswa dari sekolah tersebut.
    2. Pasfoto berwarna terbaru (latar belakang merah, menggunakan kemeja putih polos) ukuran 3×4 cm sebanyak 3 lembar.
    3. Fotocopy KTP/Kartu Pelajar/Kartu Identitas Diri.
    4. Fotocopy Akta Kelahiran.
    5. Surat Pernyataan, yang form-nya dapat diunduh disini.

Mahasiswa Pindahan

  1. Surat Keterangan pindah/keluar dari universitas asal yang asli.
  2. Fotocopy transkrip nilai yang dilegalisir universitas asal sebanyak 2 lembar.
  3. Pasfoto berwarna ukuran 3×4 sebanyak 4 lembar.
  4. Fotocopy KTP/Kartu Identitas Diri sebanyak 2 lembar
  5. Fotocopy Ijasah & SKHUN SMA/SMK yang dilegalisir sebanyak 1 lembar.

Mahasiswa Alih Program

  1. Fotocopy Ijasah D3 legalisir sebanyak 2 lembar.
  2. Fotocopy Transkrip nilai D3 legalisir sebanyak 2 lembar.
  3. Fotocopy Ijasah SMA legalisir sebanyak 2 lembar.
  4. Fotocopy SKHUN SMA legalisir sebanyak 2 lembar.
  5. Fotocopy pasfoto ukuran 3×4 berwarna sebanyak 3 lembar.
  6. Fotocopy Kartu Identitas Diri sebanyak 2 lembar.
  7. Fotocopy Akta Kelahiran sebanyak 2 lembar.

Jadual Penfataran

jadual-e1529345882302.png

Biaya Kuliah

Tabel biaya kuliah 1 tahun pertama adalah sebagai berikut:

Biaya.jpg

Tabel biaya ini dapat diunduh di sini

Untuk semester 3 dan selanjut nya, detail total biaya yang harus dibayar adalah akumulasi dari biaya-biaya berikut:

  1. Beban Tetap (BT)
  2. Iuran Kemahasiswaan (IKEMA)
  3. Beban Variabel (BV) X jumlah SKS yang diambil
  4. Her Registrasi (Biaya Daftar Ulang).

Prosedur Pendaftaran Online

  • Membuat account online di website Universitas Kristen Indonesia
  • Mengisi formulir pendafataran elektronik (on-line)
  • Memilih program studi yang akan tempuh
  • Konfirmasi Pendaftaran dan Pilihan Program Studi
  • Membayar uang pendaftaran mahasiswa baru melalui Bank BNI (ATM, Teller, Internet Banking) dengan menggunakan kode uki yaitu 8034 diikuti dengan nomor pendaftaran anda
  • Cek Status pendaftaran anda dengan cara login kembali ke sistem
  • Pendaftaran online dilakukan di sini

Catatan

  • Pastikan pada saat membuat online-account, alamat email yang di gunakan benar. Untuk melihat status pendaftaran atau merubah data pendaftaran, anda harus login ke website UKI dengan menggunakan email tersebut.
  • Petugas kami akan melakukan verifikasi pembayaran dan anda akan menerima notifikasi apabila pembayaran anda sudah di terima.

Apabila anda memiliki pertanyaan atau mengalami gangguan teknis di Academic Information System (AIS); silahkan menghubungi bagian support kami via telepon 021-8092425/8009190, ext 258/285. atau email pmb@uki.ac.id

 

*(Informasi dikutip dari http://pmb.uki.ac.id/)

 

 

Seminar Online Via WhatsApp: Teknik Pembelajaran Inovatif oleh HMPS Pendidikan Kimia FKIP UKI

Di tangan orang yang kreatif dan inovatif, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membuat banyak hal yang tadinya kelihatan tidak mungkin menjadi mungkin, termasuk dalam pembelajaran. HMPS Pendidikan Kimia FKIP UKI membuktikannya. Aplikasi WhatsApp yang biasa digunakan untuk chatting ini dimanfaatkan sebagai media seminar online.

Sol3“Seminar online berbasis WhatsApp telah kami masukkan sebagai salah satu program kerja kami tahun ini,” yang cetus Lusi Nuriati Sitorus, Ketua Bidang Ilmu dan Penalaran HMPS Pendidikan Kimia FKIP UKI. “Media sosial lainnya juga bisa dimanfaatkan untuk seminar online. Kami memilih WhatsApp karena semua mahasiswa di prodi kami akrab dengan aplikasi ini. Dengan modal waktu dan paket data, seluruh mahasiswa di prodi kami dapat mengikuti seminar dari mana saja,” papar Lusi.

“Prodi Pendidikan Kimia FKIP UKI mendukung program seminar online berbasis WhatsApp ini,” kata Pembina HMPS Ibu Leony Sanga Lamsari M.Pd. “Media yang lazim digunakan untuk komunikasi sehari-hari itu, oleh mahasiswa kami dijadikan sebagai fasilitas pembelajaran. Walaupun program itu masih merupakan sebuah eksperimen, tidak mustahil mereka nantinya bisa menemukan pola yang efektif untuk berseminar dengan WhatsApp. Toh, berbagai inovasi dihasilkan melalui pengalaman, bukan?” papar Bu Leony.

Menurut Lusi seminar online tersebut sudah mereka lakukan bebrapa kali sejak awal November 2017. Karena kegiatan itu diikuti oleh mahasiswa seluruh angkatan dan dosen, topik yang diseminarkan dipilih yang bersifat umum bagi semua peserta. Setiap sesi seminar yang berdurasi 90 menit itu difasilitasi oleh seorang narasumber yang dibantu oleh seorang moderator dan dua notulis. Karena narasumber dipilih dari dari kalangan mahasiswa, tentu saja dia harus membuat persiapan matang terlebih dahulu. Beberapa topik yang sudah diseminarkan, antara lain, “Program Pengalaman Lapangan” (narasumber: Marimar Santi Banes), “Tips dan Trik Karya Tulis Versi Kak Agelin” (narasumber: Agelin Kristin), dan “Kunyit Sebagai Indikator Alami Pendeteksi Boraks pada Bakso” (narasumber: Reinensi Iin Purba).

“Ternyata seminar online ini cukup efektif untuk memperluas pengetahuan. Dengan kreativitas, banyak kemungkinan pembelajaran inovatif yang bisa kita lakukan dengan menggunakan teknologi,” ujar Lusi mengakhiri penjelasannya.

Kimia itu Asyik dan Menarik

Jakarta, VoE of FKIP UKI. Tidak sedikit siswa yang menganggap Kimia sebagai pelajaran yang membosankan dan sulit dikuasai. Tapi Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UKI membuktikan Kimia itu asyik, menarik dan tidak sulit dikuasai. Caranya? “Tumbuhkan minat dan rangsang  pikiran, perasaan dan imajinasi peserta didik dengan menunjukkan bahwa kimia adalah bagian dari kehidupan sehari-hari”, ibu Familia Novita Simanjuntak, M. Si., salah seorang staff dosen Pendidikan Kimia FKIP UKI, menjelaskan ketika diwawancara sehubungan dengan penyelenggaraan penyuluhan/sosialisasi tentang Kimia Anorganik. Kimia-1

Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan sebagai bagian dari aktivitas perkuliahan Kimia Anorganik 1 di Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UKI ini diselenggarakan di SMP Mutiara Baru Bekasi (13 Juni 2017) dan di SMA PSKD VI Depok, Jawa Barat (14 Juni 2017). Selama dua hari itu, mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Kimia Anorganik 1 ditugaskan memberikan penjelasan tentang proses kimia yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kepada siswa di kedua sekolah tersebut. Tingginya antusiasme setiap siswa untuk terlibat dalam aktivitas penyuluhan yang dikemas secara tersebut menjadi bukti terhadap konsep yang dijelaskan Ibu Familia. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan membuat proses penyuluhan tersebut sangat berbeda dengan pembelajaran konvensional. Selain dikemas secara kreatif, sajian-sajian yang memperlihatkan keberadaan kimia dalam kehidupan sehari-hari jelas sangat berhasil merangsang  keingintahuan dan imajinasi para peserta didik yang mengikuti penyuluhan.

Kimia-2“Merangsang  pikiran, perasaan dan imajinasi peserta didik dengan menunjukkan bahwa kimia adalah bagian dari kehidupan sehari-hari hanyalah salah satu teknik, untuk membuat pelajaran Kimia asyik dan menarik.” papar Ibu Familia. “Jika ingin mengetahui berbagai teknik lainnya, silahkan mendaftarkan diri sebagai mahasiswa Pendidikan Kimia FKIP UKI,” ujar Ibu Familia, sedikit berpromosi. “Siapa saja yang kuliah di program studi kami akan mampu memfasilitasi pembelajaran kimia yang asyik dan menarik”, tandas Bu dosen yang saat ini juga sedang menjalani studi lanjut S-3 di sebuah PTN.

Ibu Familia, menambahkan, “Selain untuk memperkenalkan kimia dalam kehidupan sehari-hari agar peserta didik tertarik mempelajarinya, kegiatan ini juga dilakukan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi mahasiswa di depan umum, dan sekaligus membangun nilai keinginan berbagi ilmu pengetahuan secara kreatif kepada masyarakat”, Ibu Familia mengakhiri penjelasannya.

Kimia3

 

Prodi Kimia FKIP UKI Gelar Kuliah Umum Pengembangan Kreativitas dan Inovasi

Kimia, seminar2[Jakarta, VoE FKIP UKI] “Hanya dengan pengetahuan saja, sebanyak apapun itu, tidak dapat mendukung kemajuan seseorang di Abad-21. Kreativitas dan inovasi merupakan kunci keberhasilan di era teknologi saat ini.  Sehubungan dengan itu, Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UKI secara terrencana terus memfasilitasi mahasiswa mengembangkan kreativitas masing-masing. Kuliah umum ini adalah salah satu upaya untuk mendorong mahasiswa menjadi insan yang kreatif dan inovatif,” ujar Dr Sumiyati, M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP UKI ketika membuka Kuliah Umum bertema “Kreativitas Mahasiswa” yang dilangsungkan selama dua, pada tanggal 6 dan 10 Juli 2017 di ruang video conference lantai 2, Gedung AB, Kampus UKI Cawang.

Di hari pertama Sabar Pangihutan Simanungkalit, M.T., peneliti muda bidang Teknologi Bionergi di Pusat Penelitian Kimia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kawasan Puspitek, Serpong tampil sebagai narasumber. Alumni Fakultas Teknik UKI ini memaparkan materi tentang “Peningkatan Iklim Akademik Melalui Penelitian dalam Rangka Peningkatan Kualitas Mahasiswa”. Beliau mengawali paparannya dengan bertanya kepada peserta yang hadir, “Penelitian dan kreativitas, apa hubungannya?”

Beberapa peserta berupaya menjawab. Pak Sabar kemudian menyimpulkan beragam jawaban, “Hubungan penelitian dan kreativitas sangat dekat. Penelitian harus dilakukan secara kreatif, dan kreativitas bisa dikembangkan dengan meneliti. Caranya? Cintai apa yg kalian kerjakan sekarang. Kalian tidak akan kreatif kalau kalian tidak mencintai tugas dan kewajiban kalian,” jelas Pak Sabar.

Beliau juga berharap melalui pertemuan seperti ini, UKI dan LIPI bisa bekerja sama di hari-hari mendatang. “Salah satu bentuknya adalah LIPI membuka kesempatan magang bagi para mahasiswa UKI untuk melakukan penelitian,” cetus beliau.

Sesi pada hari kedua tak kalah menarik. Drs. Mudjiarto, M.Sc, narasumber yang dihadirkan, adalah Reviewer Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PMK-K) di Kopertis Wilayah III. Sebelum Pak Mudjiarto menyajikan materinya, dalam sesi pembukaan, Ibu Nova Irawati Simatupang, M.Pd., mewakili Kaprodi Pendidikan Kimia, menyampaikan harapannya agar para mahasiswa bisa lebih bersemangat dan dapat belajar sebanyak-banyaknya dari narasumber.

“Kami sangat berharap kehadiran Bapak bisa memberikan semangat baru, khususnya bagi mahasiswa Prodi Kimia untuk turut serta berkompetisi dalam PKM-K. Jika mahasiswa sudah menekuni PKM-K, kebiasaan nongkrong-nongkrong di kantin akan ditinggalkan. Untuk adik-adik mahasiswa, manfaatkan dan galilah informasi sebanyak-banyknya,” tutur Bu Nova.

Melalui materi berjudul “Pengembangan Program Kreativitas Mahasiswa Menuju Program Studi Unggulan”, Pak Mudjiarto menjelaskan bahwa saat  ini PKM sangat penting bagi mahasiswa, masyarakat, dan Perguruan Tinggi. Program ini merupakan bagian langsung dari Tridarma Perguruan Tinggi. Pemerintah melalui KOPERTIS menyediakan dana berupa Hibah untuk kompetisi bisnis mahasiswa.

“Konsep dasar PKM adalah kreativitas dan inovasi, meningkatkan kerja sama tim, dan menumbuhkan sikap positif. Untuk memperoleh kesempatan seperti ini, coba adik-adik ajukan proposal,” ucap Pak Mudjiarto.

Beliau juga mengingatkan bahwa kualitas kegiatan mahasiswa merupakan salah satu indikator penilaian rangking perguruan tinggi, selain kualitas SDM dan kualitas penelitian. Oleh karena itu, kegiatan mahasiswa sangat penting. Selanjutnya, Pak Mudjiarto memaparkan langkah-langkah penyiapan hingga penyusunan proposal sesuai standar yang ditetapkan oleh Kopertis Wilayah III. Dengan menerapkan langkah-langkah itu, para mahasiswa diharapkan dapat mengajukan proposal yang berkualitas.

 

kuliah-umum.jpg

Mahasiswa Prodi Kimia Belajar Langsung di Pusat Penelitian Kimia LIPI

Lipi-2[Jakarta, VoE FKIP UKI] Studi lapangan merupakan salah satu metode palin efektif dalam pembelajaran. Praktik ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat bagaimana pengetahuan yang telah dipelajari diterapkan dalam dunia nyata. Bersentuhan langsung dengan contoh-contoh nyata selama mengikuti studi lapangan membuat mahasiswa terlibat langsung secara fisik dengan realita di lapangan. Mahasiswa juga menyaksikan langsung bagaimana pengetahuan yang dipelajari beroperasi dalam konteks dunia kerja. Semua pengalaman tersebut membentuk pemahaman yang lebih dalam tentang subjek yang sedang dipelajari.

Unruk memfasilitasi mahasiswa dengan studi lapangan berkualitas, pada hari Rabu, 10 Mei 2017 sebanyak 23 mahasiswa dan 5 dosen pendamping Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UKI berkunjung ke Pusat Penelitian (P2) Kimia LIPI di kawasan Puspiptek Serpong-Tangerang Selatan. Tujuan utama mereka adalah untuk mengenal lebih dekat laboratorium analisa instrumen kimia yang ada di P2 Kimia tersebut.

Lipi-1“Untuk memberikan pengalaman dalam rangka membuktikan secara langsung pengetahuan atau konsep-konsep yang dipelajari di kelas, Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UKI secara berkala menyelenggarakan studi lapangan sebagai salah satu bentuk pembelajaran,” papar Nova Irawati Simatupang, M.Pd. salah seorang dosen pendamping. Studi lapangan seperti ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang berpusat kepada mahasiswa (Student Centered Learning/SCL) dalam Kurikulum Perguruan Tinggi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KPT-KKNI) yang diatur melalui Peraturan Mendikbud No. 73 tahun 2013. tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi, dimana dalam pelaksanaan proses),” Imbuh Bu Nova.

Dalam studi lapangan kali ini, rombongan mahasiswa diterima dengan sangat baik oleh para staff peneliti di P2 Kimia LIPI. Semua mahasiswa peserta dibagi ke dalam 5 kelompok, dan masing-masing kelompok didampingi oleh seorang dosen. Dipandu oleh seorang staff P2 Kimia LIPI, mahasiswa memasuki laboratorium analisa instrumen kimia dan diperkenalkan pada peralatan NMR, FTIR, DT/TGA, HPLC, dan GCMS, lengkap dengan cara kerja masing-masing alat. Kegiatan studi lapangan diakhiri dengan acara ramah tamah dan foto bersama.

Studi lapangan seperti memberikan peluang kepada mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan secara langsung dan nyata, dan hal ini mengembangkan pemikiran kritis, meningkatkan rasa ingin tahu, membangun ingatan jangka panjang, serta sikap positif terhadap sains. Oleh sebab itu, program studi kami telah memprogramkan pelaksanaan kegiatan seperti ini secara berkala. Tentu kegiatan seperti ini dikombinasikan dengan berbagai aktivitas pembelajaran lain. Kami berharap bahwa mahasiswa kami benar-benar menjadi pendidik Kimia yang yang berkompetensi tinggi,” tandas Dr. Sumiyati yang saat ini dipercaya menjadi Kaprodi Pendidikan Kimia FKIP UKI.

Lipi-3

Di Hari Sarjana Nasional, Prodi Kimia FKIP UKI Mengembangkan Kreativitas Siswa SMA

Jakarta, VoE of FKIP UKI. Bagi sebagian kalangan masyarakat, peringatan Hari Sarjana Nasional yang jatuh pada tanggal 29 September masih asing. Sebagian lagi, khususnya kalangan akademisi, memandangnya sebagai momen refleksi. Tapi Prodi Kimia FKIP UKI melakukan lompatan lebih tinggi, merayakan hari itu dengan menyelenggarakan lomba kreativitas pembuatan media pembelajaran Kimia antar siswa SMA.

Kimia 1Menurut Dr. Sumiyati, M.Pd., Kaprodi Pendidikan Kimia FKIP UKI, lomba kreativitas ini dilakukan melalui tiga tahapan. Di tahap pertama’ panitia menyebarluaskan informasi lomba ke berbagai SMA di DKI Jakarta dan Bekasi. “Tidak kurang dari 50 SMA yang kami kirimi undangan dan informasi lomba,” kata Kaprodi yang ramah dan akrab dipanggil “Bu Sumi” ini. Setelah itu, Tim Prodi Kimia FKIP UKI mengunjungi 31 SMA yang telah menyatakan berminat mengikutsertakan siswanya mengikuti lomba. Dalam kujnungan itu, Tim memberikan penjelasan serta mendemonstrasikan beberapa tipe media pembelajaran sebagai contoh untuk untuk dikembangkan peserta. Selama melakukan kunjungan, Tim langsung menerima pendaftaran dan biaya administrasi mengikuti lomba dari 18 kelompok yang berasal dari 12 sekolah. Hingga tiga hari menjelang perlombaan, panitia menerima pendaftaran dari 4 kelompok dari 3 sekolah lain.

Kimia 2Tahap ketiga adalah pelaksanaan lomba, yang dilaksanakan pada hari Jumat, 30 September 2016 di lobby Biro Keuangan UKI, Kampus Cawang. Peserta yang hadir terdiri dari 20 tim (1 tim terdiri dari 2-3 orang siswa) dari 14 sekolah, antara lain: SMA Advent Salemba, SMA Advent Ciracas, SMA Budhi Warman I, SMA Widya Manggala dan SMAN 22. Masing masing kelompok, secara bergiliran, diberi waktu 15 menit mendemonstrasikan dan menjelaskan media pembelajaran yang mereka buat. Berdasarkan penilaian dewan juri yang terdiri dari 3 orang akademisi bidang Pembelajaran Kimia, yang muncul sebagai pemenang adalah Tim Peserta dari SMA Budhi Warman (Juara 1), dengan judul media “Reaksi Hidrokarbon dan Hasilnya” Juara 2 diraih oleh Tim dari SMAN 22, dengan judul media: Pembelajaran: PROBON (Papan Reaksi Hidrokarbon). Juara 3 diraih oleh Tim Peserta dari SMA Advent Salemba, dengan judul media pembelajaran “Laju Reaksi”.

Kimia 3Tentang lomba ini, Ibu Sunengsih, salah satu guru pendamping yang sekaligus guru Kimia di sekolahnya mengatakan, “Lomba seperti ini sangat baik dilakukan berkelanjutan. Keikutsertaan siswa dalam lomba ini mendorong siswa untuk menguasai konsep kimia yang diperlukan untuk membuat media dan sekaligus mengasah kreativitas mereka untuk mendisain, menemukan bahan yang cocok, dan menyelesaikan pembuatan media.” Bapak Tumpal, guru pembimbing dari sekolah lainnya sepakat dengan pandangan Bu Sunengsih. Beliu menambahkan, “Media hasil kreasi yang dibuat siswa ternyata sangat membantu siswa lainnya untuk memahami konsep Kimia yang menjadi dasar pembuatan media itu. Kami sangat mendukung jika Prodi Pendidikan Kimia FKIP UKI menyelenggarakan lomba seperti ini secara rutin,” imbuh Pak tumpal.

kimia-4.jpg