Bermetamorfosa Melalui Prodi Pendidikan Kimia UKI

Vironi1

Sejak SMA kelas 12 saya senang memperhatikan seseorang yang sedang bekerja di laboratorium. Bayangan seseorang dengan Jubah putih panjang dengan masker dan sarung tangan yang sedang memegang beaker glass dan pipet tetes selalu terngiang di khayalanku. Demi mewujudkan impian itu saya mengikuti seleksi penerimaan calon mahasiswa baru di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Mulai dari SNMPTN sampai UM semua telah di lalui. Namun, Tuhan berkehendak lain, mulai dari SNMPTN hingga UM saya tidak bisa lulus seleksi. Sedih?? … ya … marah?? … pasti … kecewa?? … sangat. Itulah yang saya rasakan pada saat itu.

Terus terang, awalnya saya tidak tahu kalau di Universitas Kristen Indonesia ada Prodi Pendidikan Kimia. Saya tahu jurusan ini dari informasi yang di berikan oleh saudara saya. Singkat cerita saya resmi menjadi mahasiswa baru prodi pendidikan kimia. Walau masih terbilang prodi baru, semangat kami sebagai mahasiswa/i prodi pendidikan kimia untuk berkarya dan berinovasi masih membara. Selain proses pembelajaran di dalam ruangan (lab. Kimia dasar, lab. Biokimia dan ruang kelas) kami juga banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menambah kemampuan softskill seperti studi lapangan ke LIPI , kuliah umum, kunjungan ilmiah ke IPB Bogor, roadshow ke beberapa SMA, mengikuti event pendidikan kimia di universitas lainnya dan yang lebih kerennya lagi prodi kami juga berhasil lolos PKM-Penelitian.

Pada suatu hari salah satu dosen kami memberi pengumuman akan dilaksanakannya ONMIPA di Yogyakarta dan akan di seleksi siapa yang akan menjadi perwakilan UKI ke Yogya. Hari pengumuman seleksi pun tiba. Tak disangka, saya terpilih sebagai perwakilan UKI untuk mengikuti ONMIPA bidang kimia bersama teman dan senior lainnya. Walaupun belum berhasil, kami tidak patah semangat. Bu Elferida selaku dosen pembimbing tetap memotivasi kami. Ditambah lagi dengan dukungan dari bu Familia yang mengatakan “…. kalian itu sudah hebat loh…. “. Ini kan yang pertama kita ikut dalam lomba ini. Kalau sudah berpengalaman, pasti hasilnya berbeda…”

Walaupun saya dan teman-teman belum berhasil jadi juara ketika itu, saya tetap percaya kalau pengalaman adalah guru terbaik sepanjang masa dan tanpa kegagalan kita tidak akan pernah bisa berproses. Mulai dari situlah saya mulai mengikuti berbagai macam perlombaan yang ada. Menang atau kalah urusan belakangan yang penting saya sudah berusaha maksimal. Beberapa lomba mulai saya ikuti dengan bantuan bimbingan dan motivasi dari dosen prodi kimia. Mulai dari lomba di tingkat universitas hingga tingkat nasional saya ikuti.

Vironi3Lomba tingkat universitas yang pernah saya ikuti seperti olimpiade mini bidang Kimia sebagai juara 1 dan lomba debat antar fakultas UKI. Sedangkan, pada lomba tingkat nasional yang saya ikuti berupa lomba essay dan ONMIPA bidang kimia di Yogyakarta. Bukan itu saja, saya juga berhasil mendapatkan piagam penghargaan dari PPSSHB (Punguan Pomparan Situmorang Suhut nihuta dohot Boruna) sebagai mahasiswa berprestasi.

Hal yang membuat saya bangga adalah ketika pembacaan mahasiswa berprestasi dari PPSSHB. Saya bisa berdiri tegak dengan almamater biru dan sejajar dengan mahasiswa berprestasi lain, termasuk dari PTN (UNJ, UI, dll) . Dengan cara ini minimal saya dapat mengenalkan Prodi Kendidikan Kimia FKIP UKI.

Semua ini tidak bisa kami capai tanpa bantuan dosen dosen kami yang luar biasa. Waktu, motivasi, dan dukungan diberikan secara cuma-cuma demi keberhasilan setiap mahasiswa/i nya. Saya tidak akan lupa setiap ciri khas “cara mendidik” dosen prodi pendidikan kimia yang mampu membuat saya bermetamorfosa (metamorfosa = perubahan/pembaharuan). Ibu Sumi yang selalu mendukung, Ibu Elferida yang sangat menjunjung tinggi attitude, Ibu Nova dengan nasihatnya “kalau kamu memperlakukan seseorang dengan seperti itu, coba balikkan ke diri sendiri apakah mau diperlakukan seperti itu?? Ibu Familia sebagai teman curhat tugas dan permasalahan, Ibu Siti dengan kedisiplinan terhadap waktu, Ibu Leony dengan cara mengajarnya yang unik, hingga Pak Nelius dengan cerita inspiratifnya di masa kuliah beliau. Berkat jasa merekalah saya bisa sampai seperti ini. Saya akan berusaha bermetamorfosa dengan sempurna karena kesuksesan tidak dilihat dari hasil akhirnya tetapi melalui prosesnya.

Vironi2

Tulisan ini disertakan dalam  Lomba Menulis Konten VoE FKIP UKI 2018.


Identitas Penulis:

Vironi Tio Lasminar

Pendidikan Kimia

Angkatan 2016