Bermetamorfosa Melalui Prodi Pendidikan Kimia UKI

Vironi1

Sejak SMA kelas 12 saya senang memperhatikan seseorang yang sedang bekerja di laboratorium. Bayangan seseorang dengan Jubah putih panjang dengan masker dan sarung tangan yang sedang memegang beaker glass dan pipet tetes selalu terngiang di khayalanku. Demi mewujudkan impian itu saya mengikuti seleksi penerimaan calon mahasiswa baru di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Mulai dari SNMPTN sampai UM semua telah di lalui. Namun, Tuhan berkehendak lain, mulai dari SNMPTN hingga UM saya tidak bisa lulus seleksi. Sedih?? … ya … marah?? … pasti … kecewa?? … sangat. Itulah yang saya rasakan pada saat itu.

Terus terang, awalnya saya tidak tahu kalau di Universitas Kristen Indonesia ada Prodi Pendidikan Kimia. Saya tahu jurusan ini dari informasi yang di berikan oleh saudara saya. Singkat cerita saya resmi menjadi mahasiswa baru prodi pendidikan kimia. Walau masih terbilang prodi baru, semangat kami sebagai mahasiswa/i prodi pendidikan kimia untuk berkarya dan berinovasi masih membara. Selain proses pembelajaran di dalam ruangan (lab. Kimia dasar, lab. Biokimia dan ruang kelas) kami juga banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menambah kemampuan softskill seperti studi lapangan ke LIPI , kuliah umum, kunjungan ilmiah ke IPB Bogor, roadshow ke beberapa SMA, mengikuti event pendidikan kimia di universitas lainnya dan yang lebih kerennya lagi prodi kami juga berhasil lolos PKM-Penelitian.

Pada suatu hari salah satu dosen kami memberi pengumuman akan dilaksanakannya ONMIPA di Yogyakarta dan akan di seleksi siapa yang akan menjadi perwakilan UKI ke Yogya. Hari pengumuman seleksi pun tiba. Tak disangka, saya terpilih sebagai perwakilan UKI untuk mengikuti ONMIPA bidang kimia bersama teman dan senior lainnya. Walaupun belum berhasil, kami tidak patah semangat. Bu Elferida selaku dosen pembimbing tetap memotivasi kami. Ditambah lagi dengan dukungan dari bu Familia yang mengatakan “…. kalian itu sudah hebat loh…. “. Ini kan yang pertama kita ikut dalam lomba ini. Kalau sudah berpengalaman, pasti hasilnya berbeda…”

Walaupun saya dan teman-teman belum berhasil jadi juara ketika itu, saya tetap percaya kalau pengalaman adalah guru terbaik sepanjang masa dan tanpa kegagalan kita tidak akan pernah bisa berproses. Mulai dari situlah saya mulai mengikuti berbagai macam perlombaan yang ada. Menang atau kalah urusan belakangan yang penting saya sudah berusaha maksimal. Beberapa lomba mulai saya ikuti dengan bantuan bimbingan dan motivasi dari dosen prodi kimia. Mulai dari lomba di tingkat universitas hingga tingkat nasional saya ikuti.

Vironi3Lomba tingkat universitas yang pernah saya ikuti seperti olimpiade mini bidang Kimia sebagai juara 1 dan lomba debat antar fakultas UKI. Sedangkan, pada lomba tingkat nasional yang saya ikuti berupa lomba essay dan ONMIPA bidang kimia di Yogyakarta. Bukan itu saja, saya juga berhasil mendapatkan piagam penghargaan dari PPSSHB (Punguan Pomparan Situmorang Suhut nihuta dohot Boruna) sebagai mahasiswa berprestasi.

Hal yang membuat saya bangga adalah ketika pembacaan mahasiswa berprestasi dari PPSSHB. Saya bisa berdiri tegak dengan almamater biru dan sejajar dengan mahasiswa berprestasi lain, termasuk dari PTN (UNJ, UI, dll) . Dengan cara ini minimal saya dapat mengenalkan Prodi Kendidikan Kimia FKIP UKI.

Semua ini tidak bisa kami capai tanpa bantuan dosen dosen kami yang luar biasa. Waktu, motivasi, dan dukungan diberikan secara cuma-cuma demi keberhasilan setiap mahasiswa/i nya. Saya tidak akan lupa setiap ciri khas “cara mendidik” dosen prodi pendidikan kimia yang mampu membuat saya bermetamorfosa (metamorfosa = perubahan/pembaharuan). Ibu Sumi yang selalu mendukung, Ibu Elferida yang sangat menjunjung tinggi attitude, Ibu Nova dengan nasihatnya “kalau kamu memperlakukan seseorang dengan seperti itu, coba balikkan ke diri sendiri apakah mau diperlakukan seperti itu?? Ibu Familia sebagai teman curhat tugas dan permasalahan, Ibu Siti dengan kedisiplinan terhadap waktu, Ibu Leony dengan cara mengajarnya yang unik, hingga Pak Nelius dengan cerita inspiratifnya di masa kuliah beliau. Berkat jasa merekalah saya bisa sampai seperti ini. Saya akan berusaha bermetamorfosa dengan sempurna karena kesuksesan tidak dilihat dari hasil akhirnya tetapi melalui prosesnya.

Vironi2

Tulisan ini disertakan dalam  Lomba Menulis Konten VoE FKIP UKI 2018.


Identitas Penulis:

Vironi Tio Lasminar

Pendidikan Kimia

Angkatan 2016


 

Prodi Kimia FKIP UKI Mulai Lahirkan Mahasiswa Berprestasi Nasional

[Jakarta, VoE FKIP UKI]. Selasa sore, 12 Juni 2018, tiga mahasiswi Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia terlihat duduk di ruang tunggu Sekretariat FKIP. Mengenakan jaket almamater berwarna biru mereka terlihat enerjik dan penuh semangat. Pkm1“Kami sudah janjian untuk ngobrol-ngobrol dengan Pak Dekan dan Pak Wadek,” ujar Lusi Nuriati Sitorus yang saat itu didampingi dua temannya, Fenny Maria dan Anggia Murni, dan Ibu Leony Sanga Lamsari Purba, M.Pd.

Begitu Pak Dekan, Parlindungan Pardede, yang baru selesai mengajar, tiba perbincangan langsung di lakukan di ruang kerja Dekan. “Bersama Pak Wadek, saya ingin memastikan Tim PKM adik-adik bertiga dapat menyelesaikan penelitian yang didanai oleh Kemenristekdikti itu dengan baik,” ujar Pak Dekan mengawali perbincangan.

Ketiga mahasiswi yang ramah dan murah senyum itu ternyata baru beberapa waktu sebelumnya diumumkan oleh Dirjen Belmawa Kemenristekdikti sebagai salah satu tim pemenang hibah untuk kelompok Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta (PKM PE) 2018.

PKM2Proposal kami berjudul “Analisis Laju Perubahan Oksigen Terlarut (DO) dan Tingkat Keasaman (pH) Air Sekitar Muara Angke”. Penelitian ini berawal dari kuliah lapangan yang kami lakukan di Pelabuhan Muara Angke tahun lalu. Tiba di lokasi, tercium aroma yang kurang sedap. Penasaran dengan sumber bau tersebut, kami mencoba menelusuri. Ternyata aroma itu berasal dari air muara angke. Kesimpulan sementara kami, air dengan bau yang menyengat itu tentu berdampak pada air tanah. Akibatnya, masyarakat sekitar tidak mungkin menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari,” Lusi Nuriati Sitorus, Ketua Tim PKM tersebut menjelaskan latar belakang penelitian mereka.

Pengalaman itu menginspirasi mereka untuk mengikuti kompetisi hibah PKM Kemenristekdikti yang diumumkan Biro Kemahasiswaan UKI beberapa waktu kemudian. Sebagai Dosen Pembina HMPS Prodi Pendidikan Kimia dan sekaligus pengampu Mata Kuliah “Kimia Fisika I-Kinetika Reaksi (Laju Reaksi)”, Ibu Leony, secara proaktif memberikan masukan. Setelah melalui beberapa kali diskusi, diputuskan untuk meneliti sifat atau kandungan air yang ada di Muara Angke, khususnya tentang pH (Tingkat Keasaman) dan DO (Oksigen Terlarut).

PKM-2aUntuk menjaring data awal yang komprehensif, Lusi dan kedua temannya menyambangi warga masyarakat sekitar Muara Angke. Ditemukan bahwa sebagian masyarakat disana menggunakan air yang dipasok PT. PDAM dan sebagian lagi membeli air seharga Rp. 5.000/jerigen. Dengan bimbingan dan dorongan Bu Leony, ke tiga mahasiswi ayu namun lincah dan enerjik itu berhasil menyelesaikan pembuatan proposal dan persyaratan lainnya.

“Hasil penelitian ini nantinya bisa menjadi landasan penelitian lanjutan untuk membuat alat pemurnian air seperti yang ada di sekitar Muara Angke agar dapat digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari,” Ibu Leony, dosen berpembawaan tenang dan murah senyum ini, menambahkan.

PKM 3aSebelum mengakhiri perbincangan, Pak Dekan menandaskan, “FKIP UKI sangat senang dengan capaian kalian. Tahun lalu, Tim PKM Prodi Fisika kita melakukan hal yang sama. Capaian di bidang PKM ini adalah salah satu bukti pendekatan perkuliahan yang berpusat pada mahasiswa (students-centered), filosofi konstruktivisme dan pandangan “Students are producers, not consumers, of knowledge” mulai membuahkan hasil. Terus kembangkan pemikiran kritis kreatif kalian. Bina terus semangat kerjasama tim. Asah kepedulian pada kebutuhan masyarakat. Kalian akan menjadi bagian anak bangsa yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan dan pembangunan bangsa.’

“Kami selalu siap mendukung keberhasilan kalian. Setiap saat, silahkan berkonsultasi kepada Bu Leony, Kaprodi, ataupun kepada saya dan Pak Dekan. Tim kalian ini harus berhasil menyelesaikan misinya dengan baik, supaya calon tim-tim PKM dari semua program studi kita, yang saya yakin siap berkarya di tahun-tahun berikut, bisa terinspirasi bercermin pada pengalaman kalian,” imbuh Wakil Dekan, Bapak Kerdit Simbolon, M.Pd.

Selamat berkarya dan mengukir prestasi buat Lusi Nuriati Sitorus, Fenny Maria dan Anggia Murni. Selamat dan sukses juga buat Ibu Leony Sanga Lamsari Purba, M.Pd.

Pkm4

Untuk Melesat Maju, Prodi Pendidikan Kimia Lakukan Studi Banding

“Semua organisasi yang sukses melakukan studi banding secara berkelanjutan agar tahu apa kelebihan kompetitor dan mengejarnya dalam aktivitas hari demi hari.”

[Bogor, VoE FKIP UKI] Untuk meningkatkan mutu secara berkelanjutan, Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia FKIP UKI memandang perlu mempelajari institusi yang usianya lebih tua dan pengalamanannya lebih banyak. Dengan demikian, hal-hal positif dan kelebihan lainnya yang dimiliki institusi tersebut dapat dijadikan pembanding.

1Salah satu Prodi Kimia yang usia dan pengalamannya jauh di atas Prodi Pendidikan Kimia FKIP UKI adalah  Prodi Kimia FMIPA IPB Bogor. Oleh sebab itu, pada hari Senin, 9 April 2018, Prodi Pendidikan Kimia FKIP UKI menhunjungi prodi Kimia yang diasuh oleh salah satu PTN tertua di Indonesia yang berlokasi di Bogor itu dengan tujuan spesifik: (1) menambah wawasan tentang tempat pelaksanaan pembelajaran dan praktikum Kimia; (2) menimba pengalaman baru (bagi dosen dan mahasiswa) di Prodi Kimia FMIPA IPB Bogor; (3) menambah wawsan tentang prodi Kimia; (4) memperluas jejaring dengan sesama prodi Kimia.

2“Selain untuk tujuan-tujuan tersebut, dengan sengaja, kami sepenuhnya menyerahkan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan studi banding ini kepada pengurus HMPS. Kami, para dosen, hanya berperan sebagai fasilitator. Mulai dari pengurusan izin kegiatan, perencanaan bentuk-bentuk kegiatan, kunjungan awal untuk mengkonfirmasi kesediaan pihak FMIPA IPB Bogor, dan pelaksanaan studi banding, secara keseluruhan dilakukan oleh mahasiswa,” papar Dr. Sumiyati Gultom, M.Pd., Kaprodi Pendidikan Kimia FKIP UKI.

3“Dengan senang hati dan penuh semangat, kami pengurus HMPS Pendidikan Kimia FKIP UKI menerima tantangan ini. Selain untuk mempelajari berbagai hal yang dilakukan di Prodi Kimia FMIPA IPB Bogor untuk memperluas cakrawala kami, pelaksanaan studi banding ini merupakan kesempatan emas bagi kami untuk secara langsung mengaplikasikan kompetensi kepemimpinan, manajemen, dan kolaborasi,” Jeane Angelica Regiana, Ketua HMPS Pendidikan Kimia FKIP UKI, menimpali.

9Bagi Nina Merita Sababalat, mahasiswa yang dipercaya sebagai Ketua Pelaksana Studi Banding, kegiatan ini termasuk hajatan besar pertama yang dilaksanakannya. “Pada awalnya saya agak ragu bisa melaksanakan amanat ini, karena kegiatan ini melibatkan dua institusi yang besar. Namun, karena panitia didukung oleh seluruh dosen dan mahasiswa  prodi Pendidikan Kimia FKIP UKI, demikian pula oleh Dekan FKIP-UKI, semua keraguan bisa kami tepis. Ternyata, semua berjalan dengan baik sesuai rencana. Dengan komitmen dan kerjasama, tugas sebesar apapun ternyata bisa dilaksanakan,” tutur Nina.

10Kegiatan yang dilakukan sehari penuh, mulai pukul 09:00 hingga sekitar 17:00 WIB itu diawali dengan acara perkenalan dan ramah tamah dengan Dekan FMIPA IPB. Setelah itu, dilakukan penyerahan rombongan Prodi Pendidikan Kimia FKIP UKI kepada Kaprodi Kimia FMIPA IPB dan jajarannya. Acara selanjutnya adalah diskusi tentang kurikulum, sistem pembelajaran dan praktikum, pembinaan program kemahasiswaan, dan kunjungan ke laboratorium Kimia FMIPA IPB. Acara diakhiri dengan pertukaran cindera mata dan foto bersama.

Sebagai prodi yang sudah berusia jauh lebih tua dan mapan, wajar jika Prodi Kimia IPB memiliki pengalaman lebih banyak dan fasilitas lebih komprehensif. Semua kelebihan mereka tentu menjadi masukan bagi Prodi Pendidikan Kimia FKIP UKI. Banyak hal yang kami pelajari melalui studi banding ini. Tapi saya yakin, Prodi Pendidikan Kimia FKIP UKI yang berusia jauh lebih muda dapat melakukan lompatan-lompatan kemajuan hingga bisa berkompetisi positif dengan prodi yang baru kami kunjungi,” pungkas Nina.

8.jpgRedaksi VoE mengucapkan selamat membangun kepada Prodi Pendidikan Kimia FKIP UKI, dan salut kepada Panitia Pelaksana Studi Banding atas keberhasilan mereka menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik.

Implemetasi “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan” di HMPS Prodi Pendidikan Kimia

Buku 100 Years of Nobel Prize (2005) mengungkapkan 65,4% (423) pemenang Hadiah Nobel periode 1901-2000 adalah penganut Kristen. Secara lebih rinci dipaparkan bahwa pemeluk Kristen memenangkan 78,3% Hadiah Nobel bidang Perdamaian, 72,5% memenangkan 65,3% Hadiah Nobel bidang Kimia, 62% bidang Fisika, 62% bidang Kedokteran, 4% dalam bidang Ekonomi dan 49,5% bidang Sastra.

Ibadah2Jika orang Kristen yang mencakup 31,5 % populasi dunia memenangkan 65.4% Hadiah Nobel, berarti terdapat +207% signifikansi. Sedangkan kalangan ateis, agnostik dan yang tidak menganut agama yang meliputi 16% penduduk dunia memenangkan hanya 10.5% Hadiah Nobel (-65%). Data ini menunjukkan klaim kaum ateis, bahwa pengakuan terhadap keberadaan Tuhan menghambat  pengembangan ilmu pengetahuan, tidak berdasar dan salah besar. Sebaliknya, statistik pemenang Hadiah Nobel tersebut membuktikan kebenaran “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan …” (Amsal 1:7).

Dilandasi oleh keyakinan itu, HMPS Pendidikan Kimia FKIP UKI menetapkan kegiatan ibadah bulanan sebagai salah satu program Komisi Humas (Bidang 4). “Dalam kegiatan ibadah bulanan ini, para dosen dan mahasiswa bersekutu dan mengembangkan pelyanan kepada Tuhan dan sesama. Ibadah yang dilakukan setiap Jumat ketiga ini melengkapi ibadah seluruh sivitas akademika UKI yang dilakukan setiap Jumat kedua,” papar Ratih Monica Sitorus, koordinator Bidang 4 HMPS Pendidikan Kimia.

“Secara bergantian, kami bertugas menjadi liturgos, pembawa sharing firman Tuhan dan pelayan music. Selain untuk membangun silahturami dan keakraban, ibadah bulanan kami gunakan sebagai kesempatan untuk berbagi pemahaman dan pengalaman tentang penyertaan dan kebaikan Tuhan dalam kehidupan kami, termasuk dalam perkuliahan yang kami tempuh,” imbuh Ratih.

Ibadah5Ibu Leony Sanga Lamsari M.Pd., yang dipercaya sebagai Pembina HMPS Pendidikan Kimia FKIP UKI mengungkapkan bahwa kegiatan ibadah bulanan ini sangat didukung oleh pihak program studi, fakultas maupun universitas. “Sebagai mahasiswa dan akademisi di perguruan tinggi Kristen, kami meyakini ‘Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan’, Dalam kehidupan sebagai warga kampus sangat perlu bagi kami untuk menjadikan takut akan Tuhan, dalam pengertian menghormati dan mengakui kedaulatanNya, merupakan dasar atau langkah awal setiap pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, apapun peran kami, baik sebagai dosen atau mahasiswa, kami selalu diingatkan untuk melakukan semua aktivitas untuk kemuliaan Tuhan,” imbuh Bu Leony.

Sebagaimana lazimnya setiap ibadah, pengurus HMPS tidak memberlakukan keikutsertaan dalam ibadah bulanan ini wajib diikuti. Namun, dosen dan mahasiswa pemeluk Kristen selalu berupaya maksimal untuk menghadirinya. “Hanya teman-teman atau Bapak dan Ibu dosen yang berhalangan karena sedang bertugas di luar kampus yang biasanya tidak ikut beribadah,” lanjut Ratih.

Salut kepada Pendidikan Kimia FKIP UKI. Dengan pola pembinaan kemahasiswaan seperti ini, tidak mengherankan jika prodi ini tumbuh dan berkembang sebagai penghasil mahasiswa dan alumni sarat prestasi.

Mahasiswa Prodi Kimia Peroleh Makna Baru Lagu “Hai Mari Berhimpun”

[Jakarta, VoE FKIP UKI] “Hai Mari Berhimpun”, selain “Malam Kudus”, adalah salah satu lagu yang wajib dinyayikan dalam setiap perayaan Natal. Saking seringnya menyanyikan lagu itu, kapanpun diminta, setiap mahasiswa Kristen pasti dapat menyanyikannya tanpa melihat liriknya.

4Namun, ketika lagu itu dinyanyikan dalam Perayaan Natal Bersama HMPS Prodi Kimia FKIP UKI dengan Anak-Anak Panti Asuhan Pondok Taruna, Cipayung, Jakarta Timur, pada tanggal 15 desember 2017 lalu, para mahasiswa  Prodi Kimia yang turut serta merasakan sentuhan tersendiri.

“Lagu yang mengajak jemaat untuk berhimpun dan bersukaria menyambut kedatangan Juruselamat itu memberikan pemahaman tentang Natal yang lebih mendalam bagi kami. Ibadah perayaan Natal yang biasa kami ikuti lazimnya dilakukan di gedung gereja atau gedung pertemuan yang relatif bagus. Bahkan tidak sedikit yang dilakukan di tempat-tempat mewah. Dari pakaian yang dikenakan, jemaat yang hadir biasanya terlihat berkecukupan. Tapi, Natal bersama adik-adik di Panti Asuhan Pondok Taruna ini kami selenggarakan penuh kesederhanaan. Karena perayaan ini adalah inisiatif kami, maka seluruh biaya dan perlengkapan yang dibutuhkan harus kami usahakan sendiri,” tutur Gayus Sadarman Tafonao yang dipercaya sebagai Ketua Panitia Pelaksana.

3“Selama hampir dua minggu kami berupaya mengumpulkan dana dengan meminta setiap mahasiswa menyisihkan uang sakunya sebagai sumbangan. Bahkan para dosen Prodi Kimia juga turut berpartisipasi. Namun hasilnya masih sangat jauh dari target yang kami utarakan sebelumnya kepada ibu Ana, pengurus panti asuhan tersebut. Setelah menggumulinya dengan doa, kami memutuskan untuk mencari dana dengan cara mengamen di warung-warung makan di sekitar kampus. Puji Tuhan, dengan usaha itu kami berhasil mengumpulkan dana yang kami perlukan. Biaya pengadaan konsumsi perayaan natal, pembelian bingkisan natal bagi setiap adik di Panti Asuhan Pondok Taruna, dan biaya untuk kebutuhan lain tercukupi” Jeane Angelica Regiana, Ketua HMPS Pendidikan Kimia, menambahkan.

Hubungan antara ajakan dalam lirik lagu “Hai Mari Berhimpun” dengan pengalaman mereka selama mempersiapkan dan melaksanakan ibadah perayaan Natal itulah yang membuat penghayatan para mahasiswa terhadap lagu itu menjadi lebih mendalam. Mereka memperoleh makna baru dari lagu itu.

6“Perayaan ini kami niatkan sebagai cara untuk berbagi sukacita Natal dengan adik-adik di panti asuhan. Namun untuk mewujudkannya, niat baik saja ternyata tidak cukup. Diperlukan doa dan upaya yang cukup gigih. Tapi semua keletihan untuk mempersiapkan perayaan itu langsung terbayar lunas ketika kami menyaksikan kegembiraan besar terpancar dari wajah adik-adik di panti asuhan. Ketika menyanyikan lagu “Hai Mari Berhimpun”, saya merasakan seolah-olah Kristus sendiri yang mengajak kami berkumpul, beribadah dan bersukaria bersama adik-adik di panti asuhan itu. Berdasarkan pernyataan teman-teman, ternyata mereka juga mengalaminya,” pungkas Gayus.

1Redaksi VoE FKIP mengucapkan terima kasih kepada HMPS Prodi Kimia FKIP UKI yang telah membagikan pengalaman ini. Meski tidak ikut langsung mempersiapkannya, kami juga turut merasakan makna baru lagu “Hai Mari Berhimpun” melalui penuturan Anda semua dalam liputan ini. Semoga para pembaca juga turut merasakan pemahaman baru tersebut. Selamat Hari Natal 2017!

 

Mahasiswa Prodi Kimia Layani Siswa SMA melalui Program “Roadshow to School”

[Jakarta, VoE FKIP UKI] Sebagai lembaga kemahasiswaan yang mengelola program pengembangan kemahasiswaan di tingkat program studi, HMPS  Prodi Kimia telah menetapkan untuk menyelenggarakan kegiatan Roadshow to School dua kali setahun.  Tujuannya adalah untuk mengembangkan kompetensi akademik, “soft skills” dan sekaligus pengabdian dalam diri mahasiswa. Walaupun kegiatan inti program ini bersifat akademik, proses persiapan hingga pelaksanaannya membutuhkan keterampilan berkomunikasi, manajemen dan kepemimpinan. Program ini murni dirancang, dipersiapkan, dan dilaksanakan oleh pengurus HMPS Prodi Kimia.

2“Aktivitas inti kegiatan ini adalah interaksi dengan guru Kimia, kesempatan mengamati proses pembelajaran Kimia di kelas maupun di laboratorium, dan kesempatan mengajarkan Kimia di kelas. Singkatnya, kami berkesempatan mempelajari pendidikan kimia di kelas nyata. Pengalaman ini tentu akan membuat kami lebih siap melaksanakan praktik lapangan di semester berikut. Selain itu, kegiatan ini kami lakukan sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada adik-adik siswa SMA. Kami yakin, jika kami melakukan pembelajaran di kelas dengan benar, adik-adik di kelas itu akan memperoleh manfaat tertentu.”  Jeane Angelica Regiana, Ketua HMPS Pendidikan Kimia, menjelaskan.

1Kegiatan ““Roadshow to School” Semester Ganjil 2017-2018 dilaksanakan pada tanggal 13 dan 15 oktober 2017 di SMAN 9, yang berlokasi di daerah Halim, Jakarta Timut.. Selama dua hari itu, sejak 06.30—15:00 kelompok mahasiswa Semester V yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut mempelajari banyak hal. RPP, materi pelajaran dan media pembelajaran Kimia yang telah disdiskusikan sebelumnya dengan guru sudah disiapkan.

Setiap mahasiswa, dalam team teaching, diberi kesempatan mengajar dua kali. Meskipun kegiatan ini merupakan pengalaman pertama bagi kebanyakan mahasiswa mengajar di kelas nyata, secara umum semua berjalan baik dan lancar.

6“Hal ini terlihat dari antusiasme siswa Kelas X yang kami ajari. Mereka memberi perhatian penuh dan aktif memberi tanggapan ataupun mengajukan pertanyaan. Guru Kimia yang memfasilitasi kami mengatakan bahwa penguasaan topik yang kami ajarkan, penggunaan media yang sesuai, dan sikap bersahabat yang ditunjukkan kepada siswa membuat kegiatan mengajar kami berjalan dengan baik,” papar Jeane.

“Pengalaman ini mendorong kami untuk bersyukur memiliki dosen-dosen berkomitmen dan berkompetensi tinggi yang membimbing kami di Prodi Kimia FKIP UKI. Walaupun masih di Semester V ternyata kami sudah lumayan bisa melakukan tugas sebagai guru Kimia, walaupun hanya untuk dua sesi pembelajaran,” pungkas Jeane mengakhiri penjelasannya.

8

 

Prodi Pendidikan Kimia FKIP UKI Gelar Webinar Internasional Kimia

Webinar merupakan seminar yang dilakukan dengan teknologi berbasis web sehingga orang dari seluruh penjuru dunia dapat mengikutinya tanpa harus berkumpul di sebuah ruangan. Karena semua prosesnya dijalankan lewat internet, peserta dan narasumber dari berbagai belahan dunia bisa berinteraksi secara audiovisual-tanpa harus bertatap muka.

webinar 4Difasilitasi oleh peralatan yang tersedia di Ruang Video Coference UKI yang terletak di Lantai 2 Kampus Cawang, pada tanggal 26 Oktober 2017 Pukul 09.00, Prodi Pendidikan Kimia FKIP UKI mengikuti Webiner bertema “Chemical Scurity Awareness for Indonesia: Physical Security”. Keikutsertaan Pendidikan Kimia FKIP UKI dalam webinar tersebut difasilitasi oleh Himpunan Kimia Indonesia (HKI) melalui saran Dr. Muhamad A. Martoprawiro (Ketua umum HKI) agar UKI, sebagai anggota HKI cabang Jakarta, turut serta dalam webinar tersebut. Ibu Nova Irawati Simatupang, M. Pd., dosen yang dihubungi oleh HKI kemudian berkordinasi dengan Prodi Pendidikan Kimia untuk mengambil kesempatan tersebut.

Kegiatan webinar itu sendiri dilaksanakan oleh Institut Teknologi Kalimantan yang didukung Himpunan Kimia Indonesia (HKI), United States Civilian Research and Devolopment Fondation for The Independent States of The Former Soviet Union (US CRDF) Global, Sandia National Laboratories (USA), Puslit Kimia LIPI, United States Chemical Security Program (US SCP), Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Sriwijaya, dan Universitas Indonesia. Dengan Peserta dari Jakarta yaitu Universitas Kristen Indonesia dan Universitas Negeri Jakarta.

webinar1“Kami sengaja berpartisipasi dalam webinar ini untuk memperluas wawasan mahasiswa kami di bidang kimia dan sekaligus mengembangkan kemampuan berkomunikasi dilingkungan internasional,” ujar Dr. Sumiyati Gultom, M.Pd., yang saat ini dipercaya menjadi Kaprodi Pendidikan Kimia FKIP UKI.

Dalam webinar itu disajikan lima topik yang sangat menarik. Topik pertama yang membahas “Ancaman Keamanan dan Bahan Kimia Yang Dapat Dijadikan Senjata” dibawakan oleh Andrew W. Nelson. Topik kedua, “Implementasi Konvensi Senjata Kimia Di Indonesia” dipaparkan oleh Direktorat Industri Kimia Hulu, Kementerian Perindustrian. Topik ketiga, “Manajemen Bahan Kimia Melalui Responsible Care” dijelaskan oleh Heroe Soesanto. Topik ke empat membahas buku “Manajemen Keselamatan Operasi Membangun Keunggulan Operasi Dalam Industri Proses. Topik terakhir, “Menggunakan HAZOP Untuk Manajemen Risiko Proses” diaparkan oleh Eka Dian Pusfitasari.

webinar2Selama webinar berlangsung, mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia FKIP UKI yang mengikutinya terlihat sangat antusias, khususnya dalam sesi diskusi. “Kami tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tetapi juga pengalaman berdiskusi dengan berbagai orang dari negara lain. Webinar ini merupakan kesempatan baik untuk speak in English,” ujar Jeane Angelica Regiana, salah satu mahasiswa yang mengikuti webinar itu.

webinar3Terpikir oleh Redaksi VoE, betapa beruntung dan menyenangkannya bisa kuliah di program studi yang aktif menyelenggarakan pembelajaran berbasis teknologi canggih seperti Prodi Pendidikan Kimia FKIP UKI ini. Ilmu berkualitas dapet, kesempatan berinteraksi dengan pakar level internasional juga tersedia.