Kuliah di Prodi Pendidikan Fisika Membuat Impian Jadi Kenyataan

David1

Sewaktu SMA, saya lebih menguasai pelajaran Matematika ketimbang Fisika. Bahkan saya pernah ikut Olimpiade Matematika tingkat kota mewakili sekolah. Ketika lulus SMA, saya mendaftar ke prodi Pendidikan Matematika di PTN yang ada di Jakarta. Mulai jalur SNMPTN, SBMPTN, sampai seleksi mandiri saya ikuti, ternyata kuliah di PTN belum rezeki saya.

Saya lalu teringat pada Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang saya kenal lewat pameran perguruan tinggi dan pendidikan di JCC Senayan. Ternyata UKI mengasuh Prodi Pendidikan Matematika. Bersama Bapakku, saya bergegas ke UKI untuk mendaftar. Sayangnya skema biaya kuliah di Prodi Pendidikan Matematika tidak sesuai dengan kemampuan finansial keluarga saya. Sayapun mengalihkan pilihan ke Prodi Pendidikan Fisika yang skema pembiayaannya relative sesuai dengan kondisi keuangan keluargaku. Saya diterima masuk UKI memilih jalur rapor, karena nilai Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika di raporku diatas 7,5.

Kuliah di Prodi Pendidikan Fisika UKI diawali dengan kegiatan Program Pembinaan Mahasiswa Baru (PPMB). Selama program ini saya memperoleh beberapa teman baru. Kami dikenalkan dengan lingkungan UKI dan sistem pembelajaran di kampus. Saya dan teman-teman juga dilatih untuk disiplin, siap bekerja dan belajar keras dan saling menghargai. Kami juga diberi pelatihan oleh tentara dalam hal bela negara.

Setelah PPMB, saya menikmati perkuliahan pertama dengan teman-teman baru yang ramah-ramah dan bertemu dosen-dosen yang bersahabat. Tidak lama setelah perkuliahan pekan awal, saya dan teman-teman angkatan 2016 dibekali kuliah umum wawasan kebangsaan bersama Ibu Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Wakil Ketua DPD RI.

David2Selama empat semester kuliah di Prodi Pendidikan Fisika FKIP UKI, saya tidak hanya dibekali ilmu Fisika dan Kependidikan. Saya juga dilatih belajar berorganisasi, mampu berkomunikasi secara santun kepada dosen maupun antar mahasiswa serta para karyawan yang ada di kampus. Dosen yang ada di prodiku memiliki beragam karakter. meskipun begitu, mereka semua sangat ramah dalam membimbing, tampil energik dan menghargai karya mahasiswa. Kadang ada dosen yang membimbing berdasarkan nilai-nilai Kristiani agar calon guru FKIP UKI dapat menjadi guru yang teladan seperti Yesus.

Fasilitas laboratorium Fisika pun cukup lengkap untuk memenuhi pembelajaran. Belajar Fisika tidak hanya terjadi di ruang perkulihan dan di laboratorium, namun belajar mengasah kreatifitas dalam pembuatan alat peraga serta melakukan kunjungan studi banding atau observasi di luar kampus untuk memenuhi wawasan yang seluas-luasnya tentang sains di sekitar kita.

Aktivitas yang pernah saya lakukan bersama teman-teman di luar kampus adalah melakukan kunjungan ilmiah ke Planetarium Jakarta pada tahun 2017, mengikuti ON-MIPA Tingkat Jabodetabek tahun 2017 dan 2018, Olimpiade Sains Mahasiswa Tingkat Nasional di Yogyakarta tahun 2017, Studi Banding ke Jurusan Fisika Universitas Negeri Semarang tahun 2018, serta melakukan kunjungan observasi ke Kantor Pusat BATAN di Kuningan pada akhir semester 4.

Tidak hanya itu, pengalaman yang saya alami dari mimpi menjadi kenyataan. Berkat kuliah di Prodi Pendidikan Fisika FKIP UKI, saya dapat mengenali lingkungan seluas-luasnya dan akan menjadi guru Fisika yang melayani bukan dilayani. Kita diajarkan untuk selalu bersyukur dalam hal apapun. Kuliah di Prodi Pendidikan Fisika FKIP UKI juga tidak kalah serunya dengan kuliah di PTN ataupun kampus lainnya. Malah kita bisa akrab sama prodi lain sefakultas maupun antar fakultas.

Terima kasih Prodi Pendidikan Fisika FKIP UKI. Semoga sukses dan jayalah selalu!

david3.jpg

Tulisan ini disertakan dalam  Lomba Menulis Konten VoE FKIP UKI 2018.


Identitas Penulis:

David Franklin Mandala

Pendidikan Fisika

Angkatan 2016


 

Akademisi Indonesia belum Beri Perhatian terhadap Pengembangan Kemahiran Membaca

“School made us ‘literate’ but did not teach us to read for pleasure.” (Ambeth R. Ocampo)

[Jakarta, VoE FKIP UKI] Tak diragukan lagi, Extensive Reading sangat efektif untuk mensukseskan pembelajaran Bahasa kedua atau Bahasa asing, termasuk Bahasa Inggris. Jika diimplementasikan dengan baik, Extensive Reading memperkaya kosa kata, meningkatkan pemahaman serta kecepatan membaca, mengembangkan kemahiran menulis, membangun kepercayaan diri, motivasi, dan sikap positif siswa. Pengalaman dan penelitian di berbagai belahan dunia sudah membuktikannya. Namun sangat disayangkan pengembangan kemahiran dan kesukaan membaca masih belum memperoleh perhatian para akademisi atau peneliti di nusantara.

1. ER SPernyataan ini diungkapkan oleh Saniago Dakhi dalam simposium internasional bertajuk The Power of Extensive Reading di Ruang video Conference, Kampus UKI Cawang, Jakarta Timur. Dalam simposium diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP-UKI bekerjasama dengan Extensive Reading Foundation (ERF) dan The Indonesian Extensive Reading Association (IERA) pada hari Jumat, 6 Juni 2018 itu, Saniago Dakhi, dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UKI yang akrab dipanggil Pak Sani itu tampil sebagai salah satu dari enam narasumber yang dihadirkan panitia.

2. ERs

Hasil survei Central Connecticut State University tahun 2016 menunjukkan Indonesia merupakan negara dengan minat baca terendah kedua dari 61 negara yang diteliti. Indonesia hanya setingkat lebih baik dari Botswana. Thailand yang menduduki peringkat ke-59, setingkat lebih baik dari Indonesia.

Ternyata kondisi itu belum menggugah perhatian akademisi dan peneliti di Indonesia. Hasil analisis Pak Sani terhadap konten artikel-artikel dalam jurnal-jurnal ilmiah nasional terakreditasi bidang pengajaran Bahasa Inggris menunjukkan bahwa dari ratusan artikel yang dipublikasikan dalam enam jurnal terakreditasi nasional yang terbit selama 5 tahun terakhir, terdapat hanya 9 (2,12%)  artikel tentang “reading”, dan tak satupun artikel yang menyoroti Extensive Reading.

“Temuan ini menunjukkan betapa kurangnya perhatian terhadap pengembangan kemahiran membaca, khususnya ‘Extensive Reading’,” tandas Pak Sani. “Hal ini tentu saja menjadi tantangan bagi akademisi dan peneliti bidang pengajaran bahasa di negara kita. Untuk membantu para praktisi pendidikan menyelenggarakan Extensive Reading, masukan-masukan dari peneltian empiris sangat diperlukan,” ujar Pak Sani mengakhiri presentasinya.

3. ER sani

Slides presentasi Pak Sani bisa didownload dari https://www.researchgate.net/publication/326252384_CURRENT_TREND_IN_ENGLISH_READING_TEACHING_A_REVIEW_IN_INDONESIA_CONTEXT

 

Untuk Tingkatkan Sinergi dan Kualitas, Sivitas Akademika FKIP UKI Gelar Acara Refleksi

“Sometimes, you have to look back in order to understand the things that lie ahead.” (Yvonne Woon)

[VoE FKIP UKI] Sepanjang Kamis, 28 Juni 2018, sekitar 360 mahasiswa, dosen dan staff kependidikan FKIP UKI berkumpul di Ruang Seminar UKI. Walau seluruh mahasiswa mengenakan kemeja putih yang dibalut jaket almamater biru kebanggaan mereka, rentetan acara yang digelar membuat suasana jauh dari terkesan formal.

Reflect1“Hari ini merupakan hari terakhir perkuliahan dan sekaligus hari penutup Tahun Akademik 2017/2018 di FKIP UKI. Agar dapat melangkah lebih pasti di tahun akademik berikut, kami ingin saling memahami antara satu dengan yang lain hingga sinerji yang selama ini sudah tercipta dapat ditingkatkan. Dengan sinerji itu, FKIP akan semakin mampu meningkatkan kinerjanya mendidik mahasiswa menjadi alumni alumni yang hebat,” Henrikus Male, M.Hum., dosen yang dipercaya menjadi Ketua Panitia kegiatan itu menjelaskan.

Acara Refleksi dimulai dengan ibadah bertajuk “Kebersamaan dan Kesatuan dalam Keberagaman” yang dipimpin oleh Pdt. Stephanus Daniel, M.Th., yang juga merupakan Kaprodi Pendidikan Agama Kristen FKIP UKI. Setelah bersama-sama menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

“Sebuah refleksi akan berhasil jika setiap pihak yang terlibat bersikap terbuka. Keterbukaan itu dapat terwujud dalam suasana akrab dan tanpa sekat-sekat antara mahasiswa, dosen dan staff administrasi. Oleh karena itu, acara-acara hari ini dipenuhi dengan penampilan kebersamaan melalui seni tari, musikalisasi puisi dan nyanyian,”Pak Henri melanjutkan penjelasannya ketika memberi sambutan.

Reflect2Dalam sambutannya, Rektor UKI, Bapak Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA, menyatakan bahwa UKI sebenarnya merupakan universitas “Hebat”. Itu sebabnya beliau dan seluruh keluarganya dan kerabatnya kuliah di UKI. “Saya alumni UKI. Istri saya alumni UKI. Anak saya dan beberapa keponakan saya juga alumni UKI,” tandas Pak Rektor yang akrab dipanggil Pak Dhanis ini.

“Pengalaman hidup saya membuktikan, kita akan berhasil dalam hidup kita dan berdampak positif bagi masyarakat jika kita menjadi lulusan yang unggul. Selain menguasai bidang ilmu yang kita geluti, untuk menjadi lulusan yang hebat, kita perlu mengembangkan kompetensi unggulan. Sebagai contoh, sebagai akademisi, saya mungkin tidak begitu jauh berbeda dengan akademisi lainnya. Namun saya sejak dulu mengembangkan entrepreneurship dalam diri saya, dan kompetensi ini menjadi pembeda. Oleh karena itu, tekunilah bidang ilmu yang kalian gumuli dan pada saat yang sama kembangkan juga kompetensi unggulan yang sesuai dengan passion masing-masing dan UKI berkomitmen memfasilitasi hal ini,” tegas Pak Dhanis, yang terpilih menjadi salah satu dari 11 Rektor Inspiratif 2018 versi majalah Men’s Obsession.

Reflect3Ketika memaparkan hasil survei kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik dan non akademik yang dilakukan seminggu sebelumnya, Parlindungan Pardede, M.Hum., Dekan FKIP-UKI saat ini, menyatakan kegiatan refleksi atau bercermin secara berkesinambungan telah dilakukan oleh FKIP UKI melalui kegiatan monitoring and evaluation bulanan di kalangan dosen. Namun, untuk memperoleh perspektif lain, FKIP-UKI merasa perlu berrefleksi dengan menggunakan pandangan mahasiswa sebagai cermin. “Respon Anda melalui survei ini adalah cermin bagi FKIP UKI!”, tegas Pak Dekan yang akrab dipanggil Pak Parlin.

Hasil survei tersebut mengungkapkan bahwa mahasiswa secara umum merasa “puas” dan “sangat puas” terhadap layanan pembelajaran yang diberikan dosen. “Kita sangat bersyukur karena mahasiswa memandang kemampuan dosen memotivasi dan menginspirasi sangat baik”, ujar Pak Parlin. “Sedangkan kinerja Dosen PA dan layanan di bidang sarana dan prasarana yang belum bisa membuat semua mahasiswa merasa “puas” dan “sangat puas” menjadi masukan bagi Fakultas. Semaksimal mungkin, kita akan tindak lanjuti untuk membenahi yang masih kurang dan meningkatkan yang sudah baik,” imbuh Pak Parlin.

Reflect4Dalam acara-acara berikutnya, para mahasiswa diberi kesempatan mengungkapkan pandangan dan usulan kepada para kaprodi dan Dekan serta wakil Dekan. Meski berlangsung hingga sore, kegiatan itu terasa menyenangkan karena diselingi oleh penampilan berbagai tarian dan penampilan seni lainnya.

“Saya sangat mengapresiasi acara ini karena saya sebagai mahasiswa berkesempatan berdialog dengan semua pimpinan fakultas dan program studi. Walau sudah memiliki pengalaman dan keilmuan yang tinggi, mereka ternyata bersedia mendengar suara mahasiswa secara langsung agar mampu membimbing kami menjadi alimni yang hebat,” ungkap Veronika, mahasiswi semester enam.

“Ini yang saya senangi di FKIP UKI. Walaupun Bapak/Ibu Dosen dan staff karyawan sudah berupaya memberikan yang terbaik kepada kami mahasiswa, mereka tetap berupaya meningkatkan yang sudah bagus dan membenahi yang kurang. Mana ada yang sempurna di dunia ini, namun FKIP terus mengarah ke sana, termasuk dengan cara mendengar aspirasi mahasiswa,” cetus Winarto, mahasiswa semester 8 yang baru saja menyelesaikan penulisan skripsi.

Semoga kegiatan refleksi yang berlangsung penuh keakraban dan keterbukaan ini menambah amunisi dan meningkatkan sinergi warga FKIP-UKI untuk mencapai visi, misi dan tujuannya—menghasilkan lulusan yang unggul.

 

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2018/2019*

PMB

Program Studi yang Dibuka (S-1)

  1. Bimbingan & Konseling
  2. Pendidikan Bahasa Inggris
  3. Pendidikan Matematika
  4. Pendidikan Biologi
  5. Pendidikan Fisika
  6. Pendidikan Kimia
  7. Pendidikan Bahasa Mandarin
  8. Pendidikan Agama Kristen

Beasiswa

  1. Yayasan Pelayanan Kasih A & A Rahmat
  2. Pemeringkatan Prestasi Akademik (PPA) Kopertis
  3. Yayasan Salim
  4. Bidikmisi Kopertis
  5. Beasiswa Olah Raga
  6. Beasiswa Yayasan Kasih Bagi Negeri

Informasi selanjutnya dapat dilihat di sini, atau menghubungi Sdri Rotua Vicky (021-8092425, ext.271)/ (081586700477)

Persyaratan Pendafataran Mahasiswa Baru

(Panduan lebih rinci dapat dilihat/diunduh di sini)

Jalur Reguler

  1. Pendaftaran online dilakukan di sini, atau datang langsung ke Kampus UKI Cawang
  2. Setelah dinyatakan lulus Ujian Saringan Masuk, mohon melengkapi :
    1. Fotocopy SKHUN dan Ijasah SMU/SMK yang telah dilegalisir. Jika SKHUN dan Ijasah belum ada, wajib melampirkan fotocopy raport kelas 2 sampai kelas 3 yang telah dilegalisir serta Surat Keterangan dari Sekolah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah siswa dari sekolah tersebut.
    2. Pasfoto berwarna terbaru (latar belakang merah, menggunakan kemeja putih polos) ukuran 3×4 cm sebanyak 3 lembar.
    3. Fotocopy KTP/Kartu Pelajar/Kartu Identitas Diri.
    4. Fotocopy Akta Kelahiran.
    5. Surat Pernyataan, yang form-nya dapat diunduh disini.

Mahasiswa Pindahan

  1. Surat Keterangan pindah/keluar dari universitas asal yang asli.
  2. Fotocopy transkrip nilai yang dilegalisir universitas asal sebanyak 2 lembar.
  3. Pasfoto berwarna ukuran 3×4 sebanyak 4 lembar.
  4. Fotocopy KTP/Kartu Identitas Diri sebanyak 2 lembar
  5. Fotocopy Ijasah & SKHUN SMA/SMK yang dilegalisir sebanyak 1 lembar.

Mahasiswa Alih Program

  1. Fotocopy Ijasah D3 legalisir sebanyak 2 lembar.
  2. Fotocopy Transkrip nilai D3 legalisir sebanyak 2 lembar.
  3. Fotocopy Ijasah SMA legalisir sebanyak 2 lembar.
  4. Fotocopy SKHUN SMA legalisir sebanyak 2 lembar.
  5. Fotocopy pasfoto ukuran 3×4 berwarna sebanyak 3 lembar.
  6. Fotocopy Kartu Identitas Diri sebanyak 2 lembar.
  7. Fotocopy Akta Kelahiran sebanyak 2 lembar.

Jadual Penfataran

jadual-e1529345882302.png

Biaya Kuliah

Tabel biaya kuliah 1 tahun pertama adalah sebagai berikut:

Biaya.jpg

Tabel biaya ini dapat diunduh di sini

Untuk semester 3 dan selanjut nya, detail total biaya yang harus dibayar adalah akumulasi dari biaya-biaya berikut:

  1. Beban Tetap (BT)
  2. Iuran Kemahasiswaan (IKEMA)
  3. Beban Variabel (BV) X jumlah SKS yang diambil
  4. Her Registrasi (Biaya Daftar Ulang).

Prosedur Pendaftaran Online

  • Membuat account online di website Universitas Kristen Indonesia
  • Mengisi formulir pendafataran elektronik (on-line)
  • Memilih program studi yang akan tempuh
  • Konfirmasi Pendaftaran dan Pilihan Program Studi
  • Membayar uang pendaftaran mahasiswa baru melalui Bank BNI (ATM, Teller, Internet Banking) dengan menggunakan kode uki yaitu 8034 diikuti dengan nomor pendaftaran anda
  • Cek Status pendaftaran anda dengan cara login kembali ke sistem
  • Pendaftaran online dilakukan di sini

Catatan

  • Pastikan pada saat membuat online-account, alamat email yang di gunakan benar. Untuk melihat status pendaftaran atau merubah data pendaftaran, anda harus login ke website UKI dengan menggunakan email tersebut.
  • Petugas kami akan melakukan verifikasi pembayaran dan anda akan menerima notifikasi apabila pembayaran anda sudah di terima.

Apabila anda memiliki pertanyaan atau mengalami gangguan teknis di Academic Information System (AIS); silahkan menghubungi bagian support kami via telepon 021-8092425/8009190, ext 258/285. atau email pmb@uki.ac.id

 

*(Informasi dikutip dari http://pmb.uki.ac.id/)

 

 

Prodi PAK FKIP UKI Membentukku Jadi Agen Perubahan

“Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.” (Nelson Mandela)

Saya bersyukur kepada Tuhan dan tak lupa berterima kasih kepada redaksi VoE untuk kesempatan berbagi pengalaman sewaktu kuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia (FKIP UKI) dan setelah lulus.

PAk1Saya, Yunita Rosdiana Manakutty, S.Pd.K, alumni FKIP, Prodi Pendidikan Agama Kristen, angkatan 2013. Terus terang, pada awalnya saya masuk di Prodi PAK karena dipaksa orang tua. Ketika itu, bagi saya, yang dipelajari di prodi ini sama sekali nggak keren. “Bagaimana cara mendidik dan berkhotbah, paling itu doang yang digumuli,” pikir saya.

Tapi, demi nyenengin orang tua, dan daripada nganggur, saya jalani saja kuliah di Prodi PAK FKIP UKI. Seiring waktu pandangan saya berubah. Yang saya pelajari ternyata sangat meluaskan wawasan, mengembangkan keterampilan, dan mengubah cara berpikir. Cara mendidik dan berkhotbah sudah pasti ada. Tapi itu hanya bagian dari pembelajaran. Berbagai pelatihan dan aktivitas yang saya ikuti membekali saya dengan banyak hal penting lainnya. Keterampilan bermusik, yang membuat saya “peka” terhadap dunia sekitar; berpikir kritis yang saya butuhkan untuk menimbang mana yang akurat dan valid, mana yang tidak; berpikir kreatif, yang menolong saya dalam berkarya; kajian lintas budaya dan lintas agama yang membantu dalam menjawab tantangan, hambatan dan persoalan lintas agama, sosial dan negara; dan pembentukan nilai-nilai yang selalu menuntun saya untuk beretika, disiplin, bertanggung jawab, peduli, dan profesional.

Yang tak kalah penting adalah pembelajaran di Prodi PAK FKIP UKI tidak hanya sebatas teori. Aktivitas pembelajaran bukan hanya menggeluti buku-buku teks. Saya juga difasilitasi dengan berbagai macam praktik di kehidupan nyata. Semua pengalaman itu memampukan saya mengaplikasikan konsep-konsep yang saya pelajari. Bahkan saya jadi tahu aspek-aspek yang perlu saya kembangkan untuk memberikan pelayanan secara professional.

Dengan segala pembelajaran dan aktivitas yang begitu menarik, meskipun jarak antara rumah saya dan kampus cukup jauh, saya tidak pernah lelah, apalagi bosan. Dosen-dosen yang ramah dan inspiratif serta teman-teman yang siap berbagi selalu ngangenin hingga saya senantiasa bersemangat berangkat ke kampus. Bolos kuliah tidak ada dalam kamus saya. Jika saya tidak ikut pembelajaran, pasti saya akan tertinggal ilmu dan pengalaman berharga.

Pembelajaran di Prodi PAK UKI ternyata menempa saya menjadi “berbeda” dengan teman-teman yang kuliah di tempat lain dalam hal menatap masa depan. Begitu lulus, sedikitpun saya tidak khawatir akan hari esok. Tidak sedikit teman-teman alumni di universitas lain yang stress setelah lulus karena tak kunjung mendapat pekerjaan.

Tempaan Prodi PAK UKI membuat saya berpandangan bahwa latar belakang keilmuan tidak boleh membatasi ruang gerak seseorang untuk berkarya. Oleh karena itu, bermodalkan ilmu, keterampilan dan nilai-nilai yang saya miliki, saya bereksperimen. Alih-alih mencari pekerjaan di bidang pendidikan, saya membidik dunia Industri International di Cikarang-Bekasi. Posisi yang saya sasar adalah Assisten Direksi di perusahaan pembuat French Pastry. Kompetensi yang saya miliki ternyata membuat saya lulus dari tes seleksi dan diikutkan dalam uji coba kerja selama 3 bulan.

Dengan niat ingin membuat perubahan di mana saya ditempatkan, tempaan selama belajar di Prodi PAK UKI membuat saya tidak pernah ragu berinisiatif dan melakukan yang terbaik. Puji Tuhan, hasil penilaian selama uji coba kerja 3 bulan itu menghasilkan penilaian baik. Di kolom komentar pada lembaran evaluasi saya tertulis “Meskipun tidak ada pengalaman di dunia industri, semangat, etika, kejujuran dan tanggungjawab dalam bekerja memberikan pengaruh positif terhadap karyawan lainnya”.

Sampai saat ini saya masih bekerja diperusahaan tersebut. Dan yang sangat membahagiakan saya adalah kesempatan yang saya peroleh melayani (menjadi pemain musik, pembawa khotbah, berbagi pengalaman,dll) dalam ibadah mingguan yang dilakukan setiap hari Jumat di kantor saya.

PAK2Berdasarkan pengalaman itu, izinkanlah saya berpesan kepada para junior saya di Prodi PAK UKI dan juga adik-adik yang sedang mencari tempat kuliah. Jangan pernah takut dan khawatir akan masa depan. Jangan risau dan bertanya, “Setelah lulus dari prodi PAK, akan kemana?” Jika kamu benar-benar mengembangkan ilmu, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang disediakan di Prodi PAK FKIP UKI, yakinlah semua yang terbaik yang sudah dirancangkan oleh-Nya bagimu akan indah pada waktunya.

Kembangkan dirimu menjadi insan yang berilmu, terampil, bersikap dan memiliki nilai-nilai luhur. Lalu, tanamkan tekad untuk mengaplikasikan semua itu untuk membuat perubahan kapanpun dan di manapun kamu berada. Organisasi, lembaga atau perusahaan apapun akan tertarik merekrutmu.

Bekasi, medio Juni 2018

Yunita Rosdiana Manakutty (Prodi PAK FKIP UKI, Angkatan 2013)

Prodi Bimbingan & Konseling FKIP UKI Kembangkan Skill Lab Kliniks Mahasiswa di Sekolah Lab. “Golden Kids”

“A child with special needs will inspire you to be a special kind of person.” (Anonymous)

[VoE FKIP UKI] Tantangan dalam kehidupan dan karir saat ini membuat setiap individu harus memiliki keunggulan bersaing (competitive advantages). Bagi setiap sarjana, penguasaan sebuah bidang ilmu tidak lagi memadai. Selain pengetahuan, sikap dan keterampilan di bidang ilmu yang ditekuninya, dia wajib memiliki satu atau lebih kompetensi lain sebagai nilai plus.

LK1Dilandasi oleh pemahaman ini, Prodi Bimbingan & Konseling FKIP UKI berupaya memfasilitasi setiap mahasiswa untuk mengembangkan beberapa kompetensi unggulan tersebut. “Salah satu kompetensi yang kami tawarkan bagi mahasiswa untuk membentuk nilai plus adalah kompetensi laboratorium kliniks. Dengan kompetensi ini, mahasiswa akan mampu memberikan bimbingan kepada anak-anak berkebutuhan khusus (ABK),” ujar Ronny Gunawan, M.Pd., Kaprodi Bimbingan & Konseling FKIP UKI.

LK2“Laboratorium kliniks sebenarnya sudah ditawarkan sebagai satu mata kuliah di Semester V dengan nama Konseling Anak Berkebutuhan Khusus. Namun, agar konsep-konsep yang dipelajari di kelas tersebut dapat dilihat dalam wujud nyata, maka setiap semester genap diadakan pelatihan khusus yang memfasilitasi mahasiswa Semester VI berinteraksi dan membimbing ABK. Selama pelatihan ini, mahasiswa dapat membandingkan dan memverifikasi konsep-konsep yang telah mereka pelajari di kelas. Kami sangat bersyukur memiliki Sekolah Laboratorium Golden Kids, sehingga pelatihan seperti ini dapat kami selenggarakan tanpa kendala,” Pak Ronny menambahkan.

LK3Pelatihan laboratorium kliniks tahun ini dilaksanakan selama dua hari satu malam, pada tanggal 5-6 Juni 2018. Pelatihan tersebut diisi dengan kegiatan berbentuk dinamika kelompok bagi ABK dengan menerapkan berbagai metode yang telah dipelajari mahasiswa. Yang sangat menarik dari kegiatan ini adalah bahwa yang terlibat bukan hanya dosen, mahasiswa, dan ABK. Para orang tua murid di Sekolah Laboratorium Golden Kids juga turut belajar agar percaya bahwa ABK dapat diberdayakan untuk hidup mandiri. Para orangtua bahkan ikut bermalam bersama dosen, mahasiswa dan siswa/i Golden Kids di tenda-tenda yang didirikan di halaman Sekolah Laboratorium Golden Kids yang luas tersebut.

“Pelatihan ini sengaja dirancang berbentuk outdoor,” ujar Melda Simorangkir, M.Pd., Kepala Laboratorium Golden Kids yang juga pengampu mata kuliah Konseling Anak Berkebutuhan Khusus. Selain sebagai wahana pelatihan bagi mahasiswa, kegiatan ini juga kami arahkan sebagai pelatihan dan bimbingan bagi ABK yang belajar di Golden Kids untuk mencintai alam dan karya Tuhan serta mengajarkan bahwa mereka dapat memiliki keberanian untuk hidup bersama di luar lingkungan keluarga. Pada saat yang sama, mahasiswa/i yang mengikuti pelatihan juga berlatih mengembangkan tanggungjawab dalam membimbing ABK. Kami yakin, setelah menyelesaikan pelatihan ini, mahasiswa/i tersebut siap untuk membimbing dan mendidik ABK di sekolah-sekolah Inklusi,” papar Bu Melda.

LK4Selamat kepada Prodi Bimbingan & Konseling FKIP UKI yang berhasil menyelenggarakan program pendidikan dan sekaligus pelatihan yang sangat kreatif dan memberdayakan. Dengan program, fasilitas dan kreativitas hebat seperti ini, tak diragukan lagi bahwa program studi ini adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan kompetensi bagi calon-calon pembimbing dan konselor multi kompetensi. Puluhan juta anak-anak bangsa menunggu sentuhan lulusan-lulusan hebat dari Prodi Bimbingan & Konseling FKIP UKI.