Untuk Tingkatkan Sinergi dan Kualitas, Sivitas Akademika FKIP UKI Gelar Acara Refleksi

“Sometimes, you have to look back in order to understand the things that lie ahead.” (Yvonne Woon)

[VoE FKIP UKI] Sepanjang Kamis, 28 Juni 2018, sekitar 360 mahasiswa, dosen dan staff kependidikan FKIP UKI berkumpul di Ruang Seminar UKI. Walau seluruh mahasiswa mengenakan kemeja putih yang dibalut jaket almamater biru kebanggaan mereka, rentetan acara yang digelar membuat suasana jauh dari terkesan formal.

Reflect1“Hari ini merupakan hari terakhir perkuliahan dan sekaligus hari penutup Tahun Akademik 2017/2018 di FKIP UKI. Agar dapat melangkah lebih pasti di tahun akademik berikut, kami ingin saling memahami antara satu dengan yang lain hingga sinerji yang selama ini sudah tercipta dapat ditingkatkan. Dengan sinerji itu, FKIP akan semakin mampu meningkatkan kinerjanya mendidik mahasiswa menjadi alumni alumni yang hebat,” Henrikus Male, M.Hum., dosen yang dipercaya menjadi Ketua Panitia kegiatan itu menjelaskan.

Acara Refleksi dimulai dengan ibadah bertajuk “Kebersamaan dan Kesatuan dalam Keberagaman” yang dipimpin oleh Pdt. Stephanus Daniel, M.Th., yang juga merupakan Kaprodi Pendidikan Agama Kristen FKIP UKI. Setelah bersama-sama menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

“Sebuah refleksi akan berhasil jika setiap pihak yang terlibat bersikap terbuka. Keterbukaan itu dapat terwujud dalam suasana akrab dan tanpa sekat-sekat antara mahasiswa, dosen dan staff administrasi. Oleh karena itu, acara-acara hari ini dipenuhi dengan penampilan kebersamaan melalui seni tari, musikalisasi puisi dan nyanyian,”Pak Henri melanjutkan penjelasannya ketika memberi sambutan.

Reflect2Dalam sambutannya, Rektor UKI, Bapak Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA, menyatakan bahwa UKI sebenarnya merupakan universitas “Hebat”. Itu sebabnya beliau dan seluruh keluarganya dan kerabatnya kuliah di UKI. “Saya alumni UKI. Istri saya alumni UKI. Anak saya dan beberapa keponakan saya juga alumni UKI,” tandas Pak Rektor yang akrab dipanggil Pak Dhanis ini.

“Pengalaman hidup saya membuktikan, kita akan berhasil dalam hidup kita dan berdampak positif bagi masyarakat jika kita menjadi lulusan yang unggul. Selain menguasai bidang ilmu yang kita geluti, untuk menjadi lulusan yang hebat, kita perlu mengembangkan kompetensi unggulan. Sebagai contoh, sebagai akademisi, saya mungkin tidak begitu jauh berbeda dengan akademisi lainnya. Namun saya sejak dulu mengembangkan entrepreneurship dalam diri saya, dan kompetensi ini menjadi pembeda. Oleh karena itu, tekunilah bidang ilmu yang kalian gumuli dan pada saat yang sama kembangkan juga kompetensi unggulan yang sesuai dengan passion masing-masing dan UKI berkomitmen memfasilitasi hal ini,” tegas Pak Dhanis, yang terpilih menjadi salah satu dari 11 Rektor Inspiratif 2018 versi majalah Men’s Obsession.

Reflect3Ketika memaparkan hasil survei kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik dan non akademik yang dilakukan seminggu sebelumnya, Parlindungan Pardede, M.Hum., Dekan FKIP-UKI saat ini, menyatakan kegiatan refleksi atau bercermin secara berkesinambungan telah dilakukan oleh FKIP UKI melalui kegiatan monitoring and evaluation bulanan di kalangan dosen. Namun, untuk memperoleh perspektif lain, FKIP-UKI merasa perlu berrefleksi dengan menggunakan pandangan mahasiswa sebagai cermin. “Respon Anda melalui survei ini adalah cermin bagi FKIP UKI!”, tegas Pak Dekan yang akrab dipanggil Pak Parlin.

Hasil survei tersebut mengungkapkan bahwa mahasiswa secara umum merasa “puas” dan “sangat puas” terhadap layanan pembelajaran yang diberikan dosen. “Kita sangat bersyukur karena mahasiswa memandang kemampuan dosen memotivasi dan menginspirasi sangat baik”, ujar Pak Parlin. “Sedangkan kinerja Dosen PA dan layanan di bidang sarana dan prasarana yang belum bisa membuat semua mahasiswa merasa “puas” dan “sangat puas” menjadi masukan bagi Fakultas. Semaksimal mungkin, kita akan tindak lanjuti untuk membenahi yang masih kurang dan meningkatkan yang sudah baik,” imbuh Pak Parlin.

Reflect4Dalam acara-acara berikutnya, para mahasiswa diberi kesempatan mengungkapkan pandangan dan usulan kepada para kaprodi dan Dekan serta wakil Dekan. Meski berlangsung hingga sore, kegiatan itu terasa menyenangkan karena diselingi oleh penampilan berbagai tarian dan penampilan seni lainnya.

“Saya sangat mengapresiasi acara ini karena saya sebagai mahasiswa berkesempatan berdialog dengan semua pimpinan fakultas dan program studi. Walau sudah memiliki pengalaman dan keilmuan yang tinggi, mereka ternyata bersedia mendengar suara mahasiswa secara langsung agar mampu membimbing kami menjadi alimni yang hebat,” ungkap Veronika, mahasiswi semester enam.

“Ini yang saya senangi di FKIP UKI. Walaupun Bapak/Ibu Dosen dan staff karyawan sudah berupaya memberikan yang terbaik kepada kami mahasiswa, mereka tetap berupaya meningkatkan yang sudah bagus dan membenahi yang kurang. Mana ada yang sempurna di dunia ini, namun FKIP terus mengarah ke sana, termasuk dengan cara mendengar aspirasi mahasiswa,” cetus Winarto, mahasiswa semester 8 yang baru saja menyelesaikan penulisan skripsi.

Semoga kegiatan refleksi yang berlangsung penuh keakraban dan keterbukaan ini menambah amunisi dan meningkatkan sinergi warga FKIP-UKI untuk mencapai visi, misi dan tujuannya—menghasilkan lulusan yang unggul.

 

Author: fkipukijakarta

VoE (Voice of Educators) of FKIP UKI merupakan saluran berbagi berita, agenda, agenda dan ide tentang pendidikan dari sivitas akademika serta alumni FKIP UKI Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.